Warga Sumberejo Ditemukan Gantung Diri di Balen
Senin, 03 April 2017 08:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Balen - Seorang pria warga Kecamatan Sumberejo ditemukan oleh warga Kecamatan Balen, tergantung di atas pohon di tepi sungai turut wilayah Dusun Bangkle RT 014 RW 004 Desa Bulu Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (02/04/2017) sekira pukul 14.00 WIB kemarin. Korban diketahui bernama M Thalkah (43) warga Dusun Nglalu RT 001 RW 004 Desa Pekuwon Kecamatan Sumberrejo.
Menurut keterangan Kapolsek Balen, AKP Rasito, sebagaimana dikutip dari saksi Sholeh (33), warga Dusun Bangkle RT 014 RW 004 Desa Bulu Kecamatan Balen, yang saat itu sedang mencari burung dengan cara menembak mengetahui bahwa di lokasi kejadian ada seorang pria yang sudah tergantung di pohon di pinggir sungai, karena ketakutan selanjutnya saksi Sholeh memberitahukan kepada saksi Rakimin (51), ketua RT setempat, tentang hal yang diketahuinya tersebut.
Kemudian saksi Rakimin datang mengecek langsung ke lokasi bersama dengan saksi Jasmin (56), warga desa setempat dan setelah dilakukan pengecekan ternyata benar ada seorang pria yang sudah tergantung di pohon.
“Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Bulu, Brigadir Probo HS yang diteruskan ke Polsek Balen,” terang AKP Rasito.
Menanggapi laporan tersebut, selanjutnya Kapolsek Balen memimpin langsung anggota menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP bersama tim INAFIS Polres Bojonegoro.
Dari hasil olah TKP tim INAFIS dan tim Medis dari Puskesmas Balen yang dipimpin oleh dr Widya Aksita, diperoleh hasil panjang mayat 170 sentimeter, leher korban patah, ditemukan luka lebam bekas jeratan pada leher korban, terdapat luka lecet pada kedua kaki korban yang mengeluarkan darah segar, mayat kaku dan diperkirakan korban meninggal lebih dari 3 jam. Korban menggunakan celana dalam warna merah, celana pendek warna merah kombinasi biru hitam, kaos kerah warna krem motif garis hijau dan merah.
“Tidak ditemukan tanda penganiayaan dalam tubuh korban.” lanjut Kapolsek
Sementara, menurut keterangan keluarga, awalnya korban keluar rumah pada Sabtu (01/04/2017) sekira pukul 23.00 WIB, dengan berjalan kaki. Karena sampai pagi tidak pulang akhirnya dari pihak keluarga melakukan pencarian terhadap korban.
“Menurut keluarga, selama ini korban diketahui mengalami gangguan kejiwaan kambuhan.” imbuh Kapolsek.
Atas peristiwa tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah dan takdir dari Allah. Keluarga korban meminta untuk tidak di lakukan otopsi terhadap jenazah korban, yang dinyatakan dalam surat pernyataan, bahwa keluarga korban tidak akan menuntut siapapun atas terjadinya peristiwa tersebut. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk dilakukan proses pemakaman. (her/kik)












































.md.jpg)






