Perajin Bonggol Kayu Jati Margomulyo Kesulitan Bahan Baku
Jumat, 07 April 2017 08:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro – Perajin bonggol kayu jati di sentra kerajinan bonggol kayu jati di Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, mengaku kesulitan mendapatkan bahan baku. Kondisi itu dipicu terjadinya musim hujan di sepanjang tahun ini.
Menurut Patono, salah satu perajin, musim hujan membuat para pencari dan pengumpul bonggol kayu jati kesulitan mendapatkan bahan bonggol kayu jati. “Para pencari bonggol kayu jati itu biasanya mencari bonggol kayu dan kayu yang terpendam di dalam tanah dengan cara menyusuri sungai dan mencari hingga daerah terdalam. Nah, karena sungai masih penuh air sehingga sulit mencari bonggol kayu jati,” ujarnya, Jumat (07/04/2017).
Menurutnya, saat ini para perajin memanfaatkan bahan bonggol kayu jati sisa. Padahal, kata dia, dari sisi permintaan produk kerajinan bonggol kayu jati masih cukup tinggi.
Ia menuturkan, produk kerajinan bonggol kayu jati dari Margomulyo banyak dikirim ke daerah Yogyakarta, Jepara, Bali, dan Jakarta.
Produk kerajinan bonggol kayu jati bervariasi mulai tempat air minum, souvenir, hingga meja atau kursi. Harganya mulai dari Rp200.000 sampai Rp1,5 juta. (her/kik)












































.md.jpg)






