Peristiwa Gantung Diri
Diduga Karena Putus Asa, Seorang Kakek di Bubulan Nekat Gantung Diri
Senin, 01 Mei 2017 14:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bubulan - Diduga karena putus asa akibat permasalahan keluarga yang tak kunjung usai, seorang kakek di Bubulan, nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri, pada Senin (01/05/2017). Dia ditemukan tewas oleh tetangganya, sekira pukul 04.00 WIB, tergantung di blandar bagian belakang samping rumah miliknya.
Korban diketahui bernama Laibin (57) warga Desa Bubulan RT 002 RW 001 Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.
Adapun kronologi peristiwa tersebut, sebagaimana diterangkan Kapolsek Bubulan, AKP Supadji, bahwa pada Senin pagi sekira pukul 04.00 WIB, tetangga korban yang bernama Samini (50) bangun dari tidur kemudian keluar rumah. Saat itu saksi melihat korban sudah tergantung di blandar samping bagian belakang rumah korban. Karena masih petang, saksi tidak berani memberitahukan kepada anak korban, yang bernama, Nyariman (42) yang tinggal di sebelah rumah korban.
“Pukul 05.00 WIB, saksi baru berani memberitahukan kejadian tersebut kepada anaknya,” terang Kapolsek.
Setelah itu, anak korban Nyariman (42), langsung memastikan kebenaran informasi yang dsampaikan saksi Samini (50) tersebut, ternyata benar bahwa orang tuanya, sudah meninggal dunia dengan cara gantung diri.
“Selanjutnya pada pukul 06.00 WIB, kepala desa setempat melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bubulan,” lanjut Kapolsek.
Setelah mendapat laporan, Kapolsek bersama anggota dan petugas medis dari Puskesmas Bubulan segera mendatangi lokasi kejadian. Sesampai di rumah korban, telah berkumpul Kepala Desa Bubulan, Sukriono dan Kaur Umum Desa Bubulan, Dasrip serta sejumlah kerabat dan para tetangga korban.
Dari hasil olah TKP diketahui korban gantung diri menggunakan tali tampar plastik warna oranye dengan tali simpul hidup. Korban mengenakan sarung motif kotak-kotak warnya orannye, kaos panjang warna biru, kaos dalam warna merah dan celana pendek rangkap dua, warna hitam dan biru.
Sedangkan berdasarkan identifikasi, panjang mayat diketahui sepanjang 160 centimeter dan leher patah akibat jeratan tali. Berdasarkan keterangan dari para tetangga, diduga korban putus asa karena ada permasalahan keluarga yang tak kunjung usai.
“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” imbuh Kapolsek.
Atas permintaan keluarga, jenazah akan langsung di makamkan dan menolak untuk di lakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, yang di ketahui oleh kepala desa setempat. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk dimakamkan. (her/inc)












































.md.jpg)






