Satria Seruduk Yaris di Kalitidu, 2 Orang Luka-Luka
Rabu, 03 Mei 2017 17:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kalitidu- Kecelakaan terjadi di jalur Bojonegoro - Cepu, tepatnya di timur pertiggaan Kalitidu, turut wilayah Desa Kalitidu Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (03/05/2017) sekira pukul 14.05 WIB siang tadi. Sepeda motor Suzuki Satria menabrak dari belakang mobil Toyota Yaris yang sedang berhenti karena lampu merah. Akibatnya, pengendara motor berikut yang dibonceng mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Adapun kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut mobil Toyota Yaris Nopol L 1378 YO, yang dikemudikan Jali (44), Kepala Desa Kliteh Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, dengan sepeda motor Suzuki Satria tanpa TNKB, yang dikendarai Mukri (23), berboncengan dengan Aman Rizki (18), keduanya warga Desa Kandangan RT 007 RW 001 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.

Menurut keterangan Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Bojonegoro, IPTU Mukari, bahwa kronologi kecelakaan tersebut bermula saat kendaraan Toyota Yaris Nopol L 1378 YO berjalan dari arah timur ke barat, sampai di lokasi kejadian, tepatnya pertigaan Kalitidu, mobil berhenti karena traffic light atau lampu pengatur arus lalu-lintas, menunjukan warna merah. Pada saat yang sama searah di belakangnya, berjalan sepeda motor Suzuki Satria tanpa TNKB melaju dengan kecepatan tinggi.
“Karena jarak sudah dekat dan pengendara sepeda motor Suzuki Satria tidak memperhatiakan arus lalu lintas yang ada didepannya serta tidak dapat menguasai kendaraannya, akhirnya terjadi laka lantas.” terang IPTU Mukari.

Masih menurut IPTU Mukari, untuk tahap awal, peristiwa kecelakaan tersebut ditangani anggota dari Polsek Kalitidu. Setelah pihaknya mendapat laporan, anggota segera mendatangi lokasi kejadian, guna melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.
“Akibat dari kejadian laka lantas tersebut pengendara dan pembonceng sepeda motor mengalami luka-luka dan dirawat di RSI Muhammadiyah Kalitidu,” imbuh IPTU Mukari.

Menyikapi peristiwa laka-lantas tersebut, IPDA Mukari menegaskan bahwa kecelakaan tersebut murni diakibatkan oleh kelalaian pengendara, yang kurang memperhatikan arus lalu-lintas di depannya. Selain itu, pengendara memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, sehingga saat kendaraan di depannya berhenti, pengendara sepeda motor tidak dapat mengendalikan stir sepeda motornya.
Untuk itu, IPTU Mukasri menghimbau kepada seluruh pengendara, hendaklah berhati-hati saat berkendara di jalan raya. Patuhi rambu-rambu lalu-lintas dan marka jalan. Selain itu perhatikan juga batas kecepatan kendaraan.
“Pada umumnya kecelakaan selalu diawali dengan pelanggaran, baik pelangaaran rambu-rambu, marka jalan ataupun batas kecepatan dan hampir semuanya disebabkan oleh faktor human error atau kelalian pengendara.” pungkasnya. (her/inc)












































.md.jpg)






