News Ticker
  • Pemkab Bojonegoro Tanggung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Rentan, Ahli Waris Satlinmas Pacul Terima Santunan Kematian
  • 28 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 29 September 2026
  • Batik Obor Sewu Khas Bojonegoro, Refleksi Ajaran Luhur Masyarakat Samin
  • Seorang Pria asal Tuban Jadi Korban Pembacokan di Bojonegoro
  • Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim Bojonegoro dan ORADO Gelar Open Tournament Domino 101 Piala Panglima TNI
  • 28 September dalam Catatan Sejarah
  • Cuaca Bojonegoro 28 September 2026
  • Pemprov Jatim Raih Terbaik I IHYA 2026, Khofifah Dorong UMKM Jadi Lokomotif Halal Global
  • 27 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 27 September 202
  • Ulasan Film Agensi Rumah Tangga, tentang Privilese dan Pemberdayaan Perempuan
  • Misi Dagang Pemprov Jatim dengan Arab Saudi Catat Potensi Transaksi Rp6,7 Triliun
  • Dinamika Perubahan Iklim Melonjak, BPBD Bojonegoro Dorong Tata Kelola Kebencanaan Responsif dan Kolaboratif
  • Tekan Risiko Kematian Pasien Darurat, Bupati Setyo Wahono Terbitkan SE Donor Darah Bagi ASN dan Pelajar
  • 26 September dalam Catatan Sejarah Dunia dan Nasional
  • Cuaca Bojonegoro 26 September 2026
  • Jangan Lewatkan Keseruan Festival Ledre 2026 di Purwosari Bojonegoro
  • DPRD Bojonegoro Bahas 5 Raperda Strategis, Soroti Aturan Pilkades 2027 Hingga RPIK 2044
  • BPBD Bojonegoro Salurkan 3,1 Juta Liter Air Bersih ke 74 Desa Terdampak Kekeringan
  • Kebakaran Gudang Oven Tembakau di Sukosewu, Bojonegoro, Kerugian Capai Rp 60 Juta
  • Sampaikan Nota Penjelasan 5 Raperda di DPRD, Bupati Setyo Wahono Minta RPIK Dorong Transformasi Ekonomi Non-Migas
  • Respon Cepat Laporan Warga, Dinsos Bojonegoro dan LMI Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Penyandang Disabilitas di Baureno
  • Tabrakan Motor di Sukosewu, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal di Rumah Sakit
Pengorbanan Terbaik Apa yang Sudah Kita Lakukan?

Pengorbanan Terbaik Apa yang Sudah Kita Lakukan?

*Oleh Liya Yuliana

Mencintai, dicintai adalah fitrah manusia. Mencintai sesama Muslim sebuah keharusan, mencintai Allah dan rasul-Nya adalah kewajiban. Tak ada cinta tanpa pengorbanan. Tak ada iman tanpa ujian. Begitulah kiranya yang ada di semesta alam. Cinta para nabi dan rasul kepada Rabbnya adalah cinta tertinggi di antara makhluk-Nya. Ujian yang hadir adalah yang terhebat di antara manusia lainnya. Keluarga Ibrahim as, sebuah keluarga yang telah teruji keimanannya. Perintah dari Allah untuk menyembelih anaknya tak mampu melemahkan imannya. Begitu pula sang buah hati, tak surut sedikit pun memenuhi seruan Ilahi. Ibu Hajar yang mengandung sang buah hati ikhlas sepenuh hati. Baginya perintah Allah adalah perintah suci yang wajib ditaati. Disembelihlah Ismail itu oleh tangan ayahnya sendiri (Ibrahim as). Dengan izin Allah, Allah mengganti Ismail dengan binatang kurban. Subhanalah sebuah keluarga yang menginspirasi sepanjang sejarah.

Allah berfirman dalam Surat At Taubah 24 “Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”. Rasul juga berpesan kepada kita yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ''Tidak beriman kamu sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai dari siapa pun selain mereka.”

Tak ada keimanan tanpa ujian. Makin besar keimanan, makin deras ujian yang menghadang. Allah berfirman dalam Surat Al Ankabut ayat 2-3 yang artinya “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

Keluarga Yasir telah menjadi kisah yang menginspirasi sepanjang sejarah hingga akhir masa. Sebuah keluarga orang beriman yang mendapat ujian luar biasa dikala Islam masih belum memiliki kekuatan. Allah janjikan surga untuk mereka. Ibu Sumayyah menjadi wanita pertama yang memperoleh kesyahidan. Masuk surga tanpa hisab menjadi sebaik-baik balasan. Keluarga Yasir telah mengingatkan kita akan pentingnya sebuah pengorbananan di saat cinta kepada Allah dan Rasul itu terpatri dalam diri. Satu-satunya (nyawa) yang dititipkan itu rela diambil demi karena iman dan cinta kepada Allah. Allahu Akbar.

Abu Bakar ash Shiddiq, sahabat nabi yang utama itu begitu besarnya cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Beliau yang selalu membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulullah. Umar Bin Khattab dibuat terpesona olehnya. Pada musim paceklik Rasulullah memerintahkan kaum muslimin agar menyedekahkan hartanya. Umar berkata, "Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar yang tak pernah bisa aku kalahkan sebelumnya." Ia menyerahkan separuh hartanya kepada Rasulullah saw. Lalu duduk di dekat Rasulullah seraya menanti kedatangan Abu Bakar. Tak lama kemudian Abu Bakar pun datang membawa harta dan menyerahkannya kepada Rasulullah saw. Rasul bertanya, “Wahai Abu Bakar, apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?" Abu Bakar menjawab, "Ya Rasulullah aku menyisakan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka. Adapun harta yang aku sumbangkan adalah semua harta yang ada padaku." Umar bergumam "Sungguh, aku tidak akan pernah mengalahkan Abu Bakar." Begitu juga Musab bin Umair rela meninggalkan kemewahan dunia demi kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Sungguh para sahabat begitu luar biasa pengorbanannya untuk Islam. Tak peduli seberapa besar harta yang dikeluarkan, bahkan nyawa pun rela diberikan demi sebuah keridaan Allah SWT.

Beberapa waktu lalu, saudara muslim menjalankan ibadah haji. Sebuah pengorbanan yang begitu luar biasa. Mulai dari pengorbanan harta, fisik, hati, dan lainnya. Selain itu jatuhnya crane dan tragedi Mina menyisakan duka yang mendalam. Semoga mereka yang wafat dalam pelaksanaan ibadah haji tercatat sebagai syuhada di sisi Allah. Amiin.

Dengan pengorbanan para sahabat, saudara yang menjalankan ibadah haji. Lalu bagaimana dengan kita? Pengorbanan terbaik apa yang sudah kita lakukan untuk agama ini? Sementara nikmat Allah sangat luar biasa dan kita tak akan pernah sanggup menghitungnya. Bahkan terkadang kita masih memilah dan memilih syariat Allah. Yang sekiranya menguntungkan bagi kita maka kita memilihnya. Namun yang sekiranya tidak menguntungkan bagi kita, kita memilahnya. Allahu Alam

*Penulis adalah guru SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro dan alumni Pendidikan Kimia Unesa

Foto ilustrasi www. dakwatuna.com

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Ulasan Film Agensi Rumah Tangga, tentang Privilese dan Pemberdayaan Perempuan

Ulasan Film Agensi Rumah Tangga, tentang Privilese dan Pemberdayaan Perempuan

Di tengah maraknya tren film layar lebar yang mengangkat pergulatan ekonomi kelas menengah bawah, Agensi Rumah Tangga hadir membawa angin ...

1790719663.4196 at start, 1790719663.894 at end, 0.47443389892578 sec elapsed