Seorang Kakek Warga Mulyoagung Bojonegoro, Ditemukan Meninggal di Sawah
Selasa, 16 Mei 2017 19:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro Kota - Seorang kakek warga Desa Mulyoagung RT 012 RW 003 Kecamatan Bojonegoro Kota Kabupaten Bojonegoro, bernama Kasturi (72), pada Selasa (16/05/2017) sekira pukul 11.00 WIB siang tadi, ditemukan meninggal dunia di sawah miliknya. Korban pertama kali diketahui telah meninggal dunia oleh tetangganya, Suwono (60) warga Desa Mulyoagung RT 013 RW 003 Kecamatan Bojonegoro Kota.
Menurut keterangan Kapolsek Bojonegoro Kota, Kompol M Usman MPd, sebagaimana dikutip dari keterangan saksi Suwono (60), bahwa kronologi peristiwa meninggalnya korban bermula pada Selasa (16/05/2017) sekira pukul 11.00 WIB siang tadi, korban berada disawah miliknya. Kemudian korban bertemu dengan saksi, yang pada saat itu juga sedang berada di sawahnya.
Tidak lama setelah korban bertemu dengan saksi, korban beristirahat di bawah pohon pisang di pinggir sawah miliknya. Namun, setelah beberapa saat korban beristirahat, saksi melihat korban sedang bersandar di pohon pisang dan diam saja, sehingga saksi merasa curiga dan mendatangi korban.
“Setelah didatangi, ternyata korban sudah tidak bernapas dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.” terang Kapolsek.
Kemudian saksi memberitahu keluarga korban dan warga sekitar terjadinya peristiwa tersebut sekaligus guna membantu mengevakuasi korban ke rumah duka.
Kapolsek menambahkan, setelah pihaknya menerima laporan tersebut, dirinya bersama anggota dan petugas medis, segera mendatangi rumah korban. Selain itu juga menghubungi Tim Inafis dari Sat Reskrim Polres Bojonegoro, guna melakukan identifikasi dan olah TKP.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” terang Kapolsek.
Atas terjadinya peristiwa tersebut, ahli waris korban menerima sebagai musibah. Selanjutnya keluarga korban, yang diwakili anak kandungnya, Mujiono (36) meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, diketahui dan disaksikan oleh kepala desa setempat.
Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada ahli-warisnya untuk dimakamkan. (her/inc)












































.md.jpg)






