Penemuan Jenazah Pengemudi Honda Mobilio di Hutan Ngambon
Kapolres Pimpin Langsung Olah TKP Pengemudi Mobil Honda Mobilio di Hutan Ngambon.
Senin, 03 Juli 2017 10:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro Kota - Setelah jenazah Ali Mukhit (53), warga Jalan Wadung Asri Dalam Nomor 66 Kelurahan Wadung Asri RT 003 RW 003 Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo ditemukan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Ngambon bersama Tim SAR Gabungan BPBD Bojonegoro dan sejumlah relawan dari Pemuda Surabaya (Pusura) serta masyarakat sekitar, pada Sabtu (02/07/2017) sekira pukul 16.00 WIB kemarin sore, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi, langsung menuju lokasi untuk memimpin Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan evakuasi korban.
Korban, Ali Mukhit (53), diketahui sebagai pengemudi mobil Honda Mobilio warna putih nomor polisi W-683-C, yang ditemukan pada Rabu (14/06/2017) sekira pukul 14.00 WIB lalu, terparkir di hutan petak 30 turut Dusun Mundu Desa Nglampin Kec Ngambon Kabupaten Bojonegoro.
Baca : Pengemudi Mobil Honda Mobilio Yang Terparkir di Hutan Ngambon di Temukan Meninggal

Sebelumnya, begitu mendengar kabar ada upaya pencarian korban, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Ngambon bersama Tim SAR Gabungan BPBD Bojonegoro dan sejumlah relawan dari Pemuda Surabaya (Pusura) serta masyarakat sekitar, Kapolres langsung berangkat ke Mapolsek Ngambon guna memantau perkembangan proses pencarian korban.
Dan begitu mendapatkan informasi bahwa korban berhasil ditemukan, Kapolres bersama tim INAFIS Polres Bojonegoro langsung menuju lokasi untuk melakukan Olah TKP dan mengevakuasi korban.
"Begitu kita dapatkan info dari tim gabungan bahwa korban ditemukan, kita langsung meluncur ke lokasi," tutur Kapolres
Korban yang ditemukan di Petak 71 RPH Mundu BKPH Ngampel KPH Padangan, sudah dalam keadaan membusuk. Sehingga, usai melakukan Olah TKP di lokasi, petugas langsung mengevakuasi korban untuk dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.
"Olah TKP di lokasi cukup, korban kita evakuasi untuk dilakukan otopsi", imbuh Kapolres.

Sementara, setelah jenazah korban tiba di RSUD Bojonegoro, langsung dilakukan otopsi yang dilakukan oleh tim otopsi dari RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, yang di pimpin oleh dr Sarjono. Proses otopsi berjalan mulai Minggu (02/07/2017) sekitar pukul 23.00 WIB hingga Senin (03/07/2017) pukul 01.30 WIB.
Dari hasil otopsi, diduga penyebab korban meninggal dunia akibat kelelahan dan ketakutan. Selain itu ada luka yang terbuka pada leher dan kaki kiri serta seluruh tubuh korban sudah mengalami pembusukan. “Tidak ditemukan tanda-tanda adanya penganiayaan,” tutur dokter Sarjono, Senin (03/07/2017) pagi.
Setelah proses otopsi selesai, selanjutnya jenazah korban di serah-terimakan kepada ahli warisnya yang langsung diterima anaknya. Kemudian oleh pihak keluarga, jenazah tersebut di bawa pulang ke Sidoarjo untuk dikebumikan. (inc/imm)












































.md.jpg)






