Ambil Lajur Kanan, Honda Beat Ditabrak Suzuki Carry, Pengendara Motor Patah Kaki
Rabu, 05 Juli 2017 16:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kanor - lagi-lagi, kecelakaan klalu-lintas terjadi di jalan poros kecamatan Kanor - Baureno, tepatnya di jalan PUK turut wilayah Desa Tambahrejo Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (05/07/ 2017), sekira pukul 07.30 WIB pagi tadi. Pengendara sepeda motor Honda Beat yang semula berjalan di lajur kanan, saat hendak berpindah ke lajur kiri, ditabrak kendaraan mobil pikap Suzuki Carry. Akibatnya, pengendara Honda Beat mengalami luka patah kaki dan terluka di kepala.
Kapolsek Kanor, AKP Imam Khanafi SH, kepada media ini menerangkan, bahwa kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut sepeda motor Honda Beat nomor polisi S 6264 DC, yang dikendarai Suparman (45) warga Desa Sumberwangi Kecamatan Kanor dengan kendaraan mobil Suzuki Carry pikap nomor polisi S 8813 B, yang dikemudikan Nursoleh (28), warga Desa Sedeng Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro.
Adapun kronologi laka-lantas tersebut bermula saat sepeda motor Honda Beat nomor polisi S 6264 DC, berjalan dari arah barat ke timur. Saat itu, pengendara mengambil lajur kanan dan tiba-tiba berusaha menyeberang ke lajur kiri. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju kendaraan mobil Suzuki Carry pikap, nomor polisi S 8813 B. Karena begitu tiba-tiba saat berpindah lajur dan jarak yang sudah dekat, sehigga terjadi benturan antara sepeda motor dan mobil tersebut yang mengakibatkan pengendara sepeda motor terjatuh.
“Akibat laka lantas tersebut pengendara motor mengalami patah tulang kaki kiri dan kepala terluka hingga mengeluarkan darah, selanjutnya korban di rujuk di RSUD Sumberjo.” terang Kapolsek
Atas kejadian tersebut, tak lupa Kapolsek mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat berkendara di jalan-raya. Hormati sesama pengguna jalan, perhatikan arus lalu-lintas dari arah depan dan belakang serta dari kiri dan kanan.
“Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu-lintas dan Jadikan Keselamaan Sebagai Kebutuhan.” pungkasnya. (her/imm).


































.md.jpg)






