Sungai Besuki Meluap, Jalur Kedungbondo ke Sumuragung Terganggu
Senin, 06 April 2026 20:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Akses transportasi yang menghubungkan Desa Kedungbondo di Kecamatan Balen dengan wilayah Kecamatan Sumberrejo kini terganggu. Kondisi tersebut dipicu oleh longsornya Tanggul Penahan Tanah atau TPT yang menyebabkan sebagian badan jalan di RT 01 RW 01 Desa Kedungbondo ambles dan membahayakan para pngguna jalan.
Kepala Desa Kedungbondo, Muh Fauzi, menjelaskan bahwa penurunan tanah sebenarnya sudah mulai terdeteksi sejak November 2025 lalu. Namun, kerusakan paling parah terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, hujan deras mengguyur wilayah tersebut hingga menyebabkan debit air Sungai Besuki meluap dan menggerus struktur tanggul.
Menurut Fauzi pada Senin (06/04/2026), longsor tersebut berdampak langsung pada jalan utama yang menjadi penghubung vital antara Kedungbondo dan Sumuragung. Sebagian badan jalan yang ikut merosot membuat pengendara harus ekstra waspada saat melintasi jalur tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD, kerusakan pada tanggul penahan tanah tercatat sepanjang 32 meter dengan kedalaman mencapai 2,5 meter. Sementara itu, area jalan yang mengalami ambles memiliki panjang sekitar 30 meter dan lebar 5 meter, dengan penurunan permukaan tanah sedalam 50 sentimeter.
Laporan mengenai peristiwa ini diterima oleh Pusdalops BPBD Bojonegoro pada Senin (06/04/2026) pagi. Menanggapi laporan tersebut, personel BPBD Jawa Timur bersama BPBD Bojonegoro segera mendatangi lokasi guna melakukan penilaian kerusakan serta berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa setempat.
Hingga saat ini, kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah berawan. Meski situasi keamanan di Kabupaten Bojonegoro secara umum tetap kondusif, pihak terkait tetap mewaspadai potensi adanya longsor susulan, terutama apabila curah hujan kembali meningkat dalam waktu dekat.
Sebagai langkah antisipasi agar roda perekonomian warga tidak terputus, Pemerintah Desa Kedungbondo telah mengambil tindakan darurat. Petugas di lapangan melakukan pengurukan pada bagian jalan yang ambles menggunakan material batu pedel. Langkah ini diambil agar kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, masih tetap bisa melintas meskipun sifatnya hanya sementara.
Pihak pemerintah desa sangat mengharapkan adanya langkah perbaikan permanen dari instansi terkait. Penguatan kembali struktur tanggul penahan tanah dan pemulihan badan jalan dinilai sangat mendesak karena jalur ini merupakan urat nadi utama bagi mobilitas warga antar kecamatan.












































.md.jpg)






