Seorang Remaja di Kedungadem, Meninggal Tenggelam Saat Pesta Miras di Pinggir Waduk
Jumat, 07 Juli 2017 08:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kedungadem - Seorang remaja, bernama Agus Ariyanto (19) asal Dusun Ngaglik RT 003 RW 006 Desa Kedungadem Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (06/07/2017) sekira pukul 18.00 WIB kemarin petang, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di waduk atau embung yang berada desa setempat. Sebelum tenggelam, sejak siang hari, korban bersama teman-temanya sedang minum-minuman keras jenis arak di pinggir waduk desa tersebut.
Menurut keterangan Kapolsek Kedungadem, AKP Subakir, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula pada Kamis (06/07/2017) sekira pukul 11.00 WIB, korban bersama teman-temannya sedang pesta minum-minuman keras jenis arak di pinggir waduk desa tersebut.
Kemudian, seorang teman korban bernama Chandra Buwuno (21), yang masih tetangga korban, melihat korban mencelupkan kepala di pinggiran waduk. “Tidak lama kemudian korban berteriak meminta tolong, karena korban tercebut ke waduk,” terang Kapolsek yang di kutip dari keterangan saksi-saksi.
Saat melihat korban tercebur ke waduk, teman-temannya berusaha menolong korban dengan cara berenang, akan tetapi teman-temannya merasa tidak mampu berenang, akirnya teman-temannya kembali ke atas. Selanjutnya teman-teman korban meminta bantuan pada warga sekitar, yaitu Hadi (22) dan Ali (19), yang saat itu berada di sekitar waduk, untuk membantu mencari korban.
Setelah dilakukan pencarian oleh warga tersebut, korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi ke Balai Pengobatan Muhammadiyah Kedungadem. “Namun sayang, setelah sampai di Balai Pengobatan Muhammadiyah Kedungadem, menurut keterangan dokter Riswan Pebrianto, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia.” terang Kapolsek.

Selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Kedungadem dan setelah pihaknya mendapat laporan, Kapolsek bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian, guna melakukan oleh TKP dan sekaligus mendatangi Balai Pengobatan Muhammadiyah Kedungadem, guna melakukan identifikasi terhadap jenazah korban.
“Berdasarkan identifikasi dan pemeriksaan medis, penyebab kematian korban tersebut, murni akibat tenggelam dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda pengaiayaan,” lanjut Kapolsek
Sementara berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, sebelum tenggelam, korban bersama teman-temannya sedang minum-minuman keras jenis arak di pinggir embung tersebut. “Barang bukti yang ditemukan petugas berupa 3 botol plastik, bekas aplosan miras jenis arak,” imbuh Kapolsek
Atas terjadinya peristiwa tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, disaksikan oleh perangkat desa setempat. Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. (her/inc)


































.md.jpg)






