Peristiwa Orang Meninggal Mendadak
Lagi, Warga Temayang Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia di Sawah
Selasa, 07 Mei 2019 18:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro (Temayang) - Peristiwa orang meninggal di sawah kembali terjadi di wilayah Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. Kali ini korbannya bernama Lasmiran (40) warga Dusun Nguncaran RT 12 RW 03 Desa Jono, pada Selasa (07/05/2019) sekira pukul 12.15 WIB, ditemukan oleh istrinya telah meninggal dunia di pematang sawah miliknya, yang berada di desa setempat.
Diduga, penyebab kematian korban akibat sakit jantung yang dideritanya mendadak kambuh dan tidak ada yang menolong, sehingga korban akhirnya meninggal dunia.
Sebelumnya, pada Minggu (14/04/2019) lalu, seorang perempuan warga Dusun Sugihan Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang bernama Karti bin Kayat (43) juga ditemukan meninggal dunia akibat serangan jantung, di ladang garapannya, di area persil perhutani RPH Sugihan, turut wilayah Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang.
Korban Lasmiran (40) warga Desa Jono Kecamatan Temayang Bojonegoro, yang ditemukan meninggal dunia di pematang sawah miliknya, saat hendak dievakuasi ke rumahnya. Selasa (07/05/2019)
Kapolsek Temayang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Margono, kepada awak media ini menuturkan bahwa kronologi kejadian tersebut bermula, pada Selasa (07/05/2019) sekira pukul 06.00 WIB pagi, korban berangkat ke sawah miliknya
menggunakan sepeda dengan membawa pupuk untuk memupuk padi.
Selang beberapa jam korban tak kunjung pulang, sehingga saksi Sulastri (38) yang merupakan istri korban pergi ke sawah dengan tujuan akan menemui atau mencari korban .
“Saat sampai di sawah, isttrinya melihat korban sudah terbaring dalam posisi tengkurap di pematang sawah dan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kapolsek.
Mengetahui kejadian tersebut selanjutnya istri korban segera meminta bantuan pada saksi Marjianto (35), yang merupakan adik kandung korban, dan warga sekitar, sehingga para tetangga segera berdatangan ke lokasi kejadian.
“Selanjutnya jenazah dibawa pulang ke rumahnya sambi melaporkan peristiwa tersebut pada aparat,” kata Kapolsek mengimbuhkan.
Dari hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat, jenis kelamin laki0laki, panjang mayat 165 sentimeter, perawakan sedang, warna kulit sawo matang, rambut hitam pendek. Korban memakai kaos warna merah dan memakai celana panjang training warna biru.
Dari hasil pemeriksaan medis, tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Sedangkan menurut keterangan keluarganya, bahwa korban sudah lama mengidap sakit jantung.
“Menurut hasil pemeriksaan medis yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Temayang, penyebab kematian korban diduga karena serangan jantung,” kata Kapolsek.
Masih menurut Kapolsek, setelah dilakukan musyawarah, ahli waris korban menolak untuk dilakukan otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, tidak akan melakukan penuntutan kepada siapapun dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, yang diketahui dan disaksikan oleh kepala desa setempat.
“Setelah dibuatkan berita acara, jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk proses pemakaman,” pungkas Kapolsek. (red/imm)