Kecelakaan Kereta Api
Tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek, Seorang Wartawan di Baureno, Bojonegoro Meninggal
Kamis, 08 Januari 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Peristiwa orang tertemper kereta api terjadi di jalur perlintasan langsung (JPL) tanpa palang pintu di kilometer 148+700/800, antara Stasiun Baureno-Sumberrejo, tepatnya di Jembatan Kembar, turut Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis (08/01/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban bernama Sukisno (59), warga Desa Trojalu RT 012 RW 006, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang berprofesi sebagai wartawan media siber di kabupaten setempat.
Sementara yang menabrak, Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir Jakarta.
Dari data yang dihimpun, korban mengendarai sepeda motor dari arah utara menuju selatan dan hendak melintasi perlintasan kereta api. Namun pada saat bersamaan melaju kereta api Argo Bromo Anggrek dari arah timur ke barat sehingga korban tertabrak dan meninggal dunia di lokasi kejadian atau tempat kejadian perkara (TKP)
Setelah dievakuasi, selanjutnya jenazah korban dibawa ke Puskesmas Karang Kembang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas saat lakukan evakuasi jenazah korban tertabrak kereta api di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis (08/01/2026) (Aset: Istimewa)
Kapolsek Baureno, Polres Bojonegoro Ajun Komisaris Polisi (AKP) M Sholeh SH, dikonfirmasi awak media ini membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa orang tertabrak kereta api, di perlintasan kereta api tanpa palang pintu jalur hilir turut Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
“Korban bernama Sukisno, umur 59 tahun, alamat Desa Trojalu, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Korban tertemper Kereta Api Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya-Jakarta,” kata AKP M Sholeh SH.
Kapolsek yang datang langung memimpin evakuasi menjelaskan bahwa kronologi kejadian tersebut bermula pada pada Kamis (08/01/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, seorang warga yang saat itu berada di warung pinggir rel kereta api mengetahui bahwa dari arah utara terlihat seorang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor hendak menyeberang perlintasan kereta api.
Pada saat bersamaan datang dari arah timur kereta api Argo Bromo Anggrek Jurusan Surabaya-Jakarta.
“Diduga korban korban kurang waspada dan tidak melihat situasi saat melintasi rel, sehingga korban tertabrak kereta api tersebut,” tutur Kapolsek AKP M Sholeh.
Akibatkejadian tersebut tubuh korban terpental ke selokan yang berjarak kurang lebih 10 meter dari lokasi korban menyeberang.
“”Korban meninggal dunia di tempat.” kata Kapolsek.
Warga sekitar yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Tak lama berselang, Kapolsek bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian dan bersama warga mengevakuasi jenazah korban dari tempat kejadian perkara (TKP).
Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Puskesmas Karang Kembang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, untuk dilakukan pemeriksaan dan pemulasaraan jenazah.
“Saat ini jenazah korban kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.” kata Kapolsek AKP M Sholeh SH.
Sementara itu, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini, dan turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang terjadi di perlintasan sebidang ini.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan yang akan melewati perlintasan kereta api agar lebih waspada dan berhati-hati ketika akan melintas.
“Perhatikan kondisi perlintasan baik yang dijaga maupun tidak dijaga. Upayakan untuk berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan aman sebelum melintasi jalur kereta," tutur Mahendro.
Mahendro menegaskan bahwa KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
“Keselamatan adalah prioritas utama dan membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat,” kata Mahendro.
Berdasarkan laporan Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), rangkaian dan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan dalam kondisi aman untuk melanjutkan perjalanan.
“Rangkaian dan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dapat kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 10.02 WIB.” kata Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono. (red/imm)
Editor: Imam Nurcahyo