Jembatan Lume
Bupati Anna Muawanah Pantau Progres Pembangunan Jembatan Lume, Penghubung Bojonegoro-Blora
Senin, 02 November 2020 17:00 WIBOleh Dan Kuswan SPd Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Dr Hj Anna Muawanah, pada Senin (02/11/2020) laksanakan pemantauan pelaksanaan pembangunan Jembatan Luwihhaji-Medalem (LUME), yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo, yang menghubungkan Desa Luwihhaji Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dengan Desa Medalem Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kunjungan tersebut guna memastikan bahwa progres pembangunan jembatan tersebut sesuai dengan jadual yang telah ditetapkan, menyusul meningkatnya elevasi tinggi muka air Sungai Bengawan Solo seiring datangnya musim penghujan saat ini.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bojonegoro didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari ST; Kepala Bidang (Kabid) Jembatan dan Peralatan, Dinas PUPR, Wardi AMd, Camat Ngraho, Syaiful; dan pihak rekanan selaku kontraktor pembangunan jembatan tersebut.
Bupati Bojonegoro Dr Hj Anna Muawanah, saat memantau pelaksanaan pembangunan Jembatan Lume di Desa Luwihhaji Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro. Senin (02/11/2020)
Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawanah, mengatakan bahwa kunjungan tersebut untuk memantau sejauh mana progress pembangunan Jembatan Lume, sekaligus untuk memastikan bahwa progres pembangunan tersebut sesuai dengan tahapan waktu yang ditetapkan, mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan, yang dibarengi dengan meingkatnya elevasi tinggi muka air Sungai Bengawan Solo.
"Kami ingin memastikan kondisi pembangunan Jembatan Lume berjalan sesuai rencana, karena saat ini memasuki musim penghujan, yang tentunya tinggi muka air sungai Bengawan Solo meningkat. Apakah kondisi tersebut berdampak pada proses pembangunan Jembatan Lume," tutur Bupati Anna Muawanah.
Sementara itu, Kabid jembatan dan Peralatan, Dinas PUPR Kabupaten Bojonegoro, Wardi AMd menjelaskan bahwa meskipun kondisi tinggi muka air Sunga Bengawan Solo saat ini berangsur naik, namun menurutnya tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan Jembatan Lume tersebut.
"Alhamdulillah proses pembangunan tetap berjalan normal seperti biasanya," kata Wardi.
Sementara itu, terkait progres pembangunan Jembatan Lume saat ini sudah mencapai 80 persen, meliputi pemasangan rangka baja.
"Hari ini dari sisi barat atau Blora sudah terpasang satu sekmen. Demikian juga dari sisi timur atau Ngraho, juga sudah terpasang satu sekmen. Proses pemasangan rangka baja masih terus berlangsung dan akan terus digenjot," ujar Wardi.
Wardi juga memohon doa restu warga masyarakat Bojonegoro dan Blora, agar pembangunan jembatan Lume tersebut dapat berjalan lancar dan tidak menemui hambatan, serta dapat selesai tepat waktu.
"Tetap mohon doanya agar proses pembangunan selesai tepat waktu, pokoknya kita secara rutin melakukan pengawasan pembangunan jembatan ini," kata Wardi AMd.
Untuk diketahui, Pembangunan Luwihhaji-Medalem (Lume), merupakan konsep pembangunan kawasan, bertujuan untuk mendukung aksesbilitas masyarakat di 2 kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro dan Blora.
Jembatan Luwihhaji-Medalem dibangun dengan anggaran dari APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2020, dengan total pagu anggaran Rp 97,6 miliar. Dengan pembangunan jembatan tersebut diharapan dapat meningkatkan pergerakan masyarakat yang berdampak positif pada peningkatan sektor ekonomi, sektor sosial, sektor jasa, pariwisata dan budaya, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. (dan/imm)