Warga Muhammadiyah Bojonegoro Laksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada 20 Maret 2026
Jumat, 20 Maret 2026 08:30 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/03/2026). Sejumlah daerah telah menyiapkan lokasi untuk pelaksanaan salat Idulfitri tersebut.
Di Kabupaten Bojonegoro, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) telah menetapkan 87 titik atau lokasi untuk pelaksanaan salat idulfitri yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Sementara bagi warga yang tinggal di Kota Bojonegoro, pelaksanaan salat Idulfitri akan dilaksanakan di Jalan Teuku Umar depan Masjid At-Taqwa Bojonegoro.
Tampak ribuan umat muslim khususnya warga Muhammadiyah Kota Bojonegoro hadir mengikuti salat Idulfitri yang mulai dilaksanakan pukul 06.30 WIB ini.
Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Jalan Teuku Umar depan Masjid At-Taqwa Kota Bojonegoro. Jumat (20/03/2026) (Aset: beritabojonegoro/imam nurcahyo)
Adapun yang bertindak selaku Imam dalam salat idulfitri di depan Masjid At-Taqwa Bojonegoro adalah Anggota Dewan Pakar PP MBS Al Amin Bojonegoro, Dr KH Syamsul Huda MPd I.
Sedangkan yang bertindak sebagai Katib adalah Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Dr KH Muhammad Choirin Lc Ma, yang juga selaku Dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Dalam kutbahnya, KH Muhammad Choirin mengambil tema “Merajut Kesucian Fitri: Dari Kasih Orang Tua Menuju Keharmonisan Keluarga”.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita dapat bersua dengan penuh rasa kegembiraan, persaudaraan, dan kekhusyukan. Kita menghadiri salat Idulfitri untuk bersama-sama mengagungkan dan mensyukuri berbagai nikma Allah SWT,” tutur KH Muhammad Choirin mengawali kutbahnya.
Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Jalan Teuku Umar depan Masjid At-Taqwa Kota Bojonegoro. Jumat (20/03/2026) (Aset: beritabojonegoro/imam nurcahyo)
KH Muhammad Choirin menuturkan bahwa kebahagiaan ini merupakan hasil dari perjuangan dalam melampaui pelatihan fisik, spiritual, dan mental selama satu bulan penuh dengan melaksanakan ibadah puasa, tarawih, dan ibadah lainnya.
Menurutya, sejak hari pertama ramadan, umat muslim menahan lapar, haus dan segala hawa nafsu serta melatih kesabaran demi meraih insan yang bertakwa.
“Sekarang kita patut bergembira karena insha Allah dosa-dossa kita telah diampuni oleh Allah SWT,” tuturnya.
Lebih lanjut KH Muhammad Choirin mengungkapkan bahwa hari ini umat muslin merayakan Idulfitri, yaitu hari di mana umat muslim meneguhkan kesucian hati, keikhlasan jiwa, dan hubungan yang baik dengan sesama.
KH Muhammad Choirin mengungkapkan bahwa salah satu tempat pertama untuk menghadirkan fitrah adalah dalam keluarga, karena keluarga adalah madarasah pertama bagi manusia.
Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Jalan Teuku Umar depan Masjid At-Taqwa Kota Bojonegoro. Jumat (20/03/2026) (Aset: beritabojonegoro/imam nurcahyo)
Menurutnya, keharmonisan keluarga tidak lahir dengan sendirinya. Ia lahir dari saling menghargai, saling memaafkan, dan saling memahami.
“Termasuk hubungan suami istri bukanlah hubungan siapa yang paling berkuasa, tetapi siapa yang paling banyak memberi kasih sayang.” tutur KH Muhammad Choirin.
KH Muhammad Choirin juga menyampaikan bahwa ukuran kebaikan seseorang bukan hanya di masjid atau di masyarakat, tetapi bagaimana akhlaknya kepada keluarga di rumah.
“Seringkali kita bersikap lembut kepada orang lain, tetapi kepada keluarga sendiri justru mudah marah. Padahal keluarga kita, pasangan hidup kita, anak-anak kita, dan orang tua kita, adalah orang-orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan kita,” kata KH Muhammad Choirin.
Sekadar diketahui, penetapan Idulfitri oleh Muhammadiyah didasarkan pada metode hisab melalui sistem Tunggal (KHGT), yang memandang dunia sebagai satu kesatuan wilayah penentuan waktu (matlak).
Diharapkan dengan sistem ini dapat menjadi langkah menuju penyatuan kalender Hijriah secara global. (red/imm)
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo