Gubernur Khofifah Ungkap Sinergi dan Respons Cepat Jadi Kunci Hadapi Kompleksitas Persoalan Jawa Timur
Jumat, 20 Maret 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kunci utama dalam mengelola provinsi dengan kompleksitas tinggi seperti Jawa Timur adalah sinergi antarlembaga dan kecepatan dalam merespons laporan masyarakat. Hal ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga penguatan kedaulatan pangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah dalam acara silaturahmi dan diskusi bersama 25 pimpinan media Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Selasa (17/3/2026).
Dalam memimpin, Khofifah mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan guna memastikan kondisi riil di masyarakat. Menurutnya, terjun langsung adalah cara paling efektif untuk memvalidasi laporan yang masuk ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
"Saya ini lebih banyak di lapangan, bisa tiga sampai tujuh hari. Bagi saya, seeing is believing. Saya baru benar-benar percaya jika sudah melihat langsung kondisi di bawah," ujar Khofifah.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penanganan jalan rusak. Khofifah menyoroti pentingnya kejelasan status jalan (provinsi vs nasional) agar penanganan tidak tumpang tindih. Ia mencontohkan penanganan jalan berlubang di kawasan Mojoagung yang sempat viral, di mana ia menginstruksikan perbaikan kilat meski terkendala cuaca ekstrem.
"Kalau ada puluhan lubang, kita minta selesai dalam dua hari. Tantangannya adalah hujan panjang yang memicu lubang baru, jadi penanganan harus terus dilakukan secara simultan," jelasnya.
Selain itu, Pemprov Jatim mulai mengalihkan konstruksi jalan ke penggunaan beton dan pelebaran jalan, terutama di kawasan industri. Terkait kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), Khofifah bersikap tegas namun humanis. Pemprov membantu normalisasi kendaraan milik sopir perorangan, namun meminta perusahaan besar untuk patuh pada aturan kapasitas beban jalan.
Di sektor pangan, Gubernur Khofifah membawa visi besar untuk mengubah status Jawa Timur dari sekadar tahan pangan menjadi daulat pangan. Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pengadaan hingga 200 ribu sapi bunting.
"Kita ingin memastikan kebutuhan protein masyarakat terpenuhi sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. Ini adalah bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah," ungkapnya optimis.
Menutup diskusi tersebut, Khofifah mengajak media dan seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Jawa Timur agar mampu memberikan kontribusi maksimal bagi bangsa. Mengakhiri sambutannya, Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
"Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Jawa Timur," pungkasnya.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir












































.md.jpg)






