Ini Jalur Alternatif yang Disiapkan Pemkab Bojonegoro Selama Lebaran 1447 H
Sabtu, 21 Maret 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Lonjakan volume kendaraan selama masa mudik Lebaran 2026 diantisipasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan menyiapkan sejumlah jalur alternatif strategis. Langkah ini dilakukan agar para pemudik maupun wisatawan yang berkunjung ke Bojonegoro dapat menghindari titik-titik kemacetan parah yang kerap terjadi di jalur utama nasional.
Bagi pemudik yang datang dari arah timur atau Surabaya dan ingin menuju ke arah Tuban tanpa melewati kepadatan di pusat kota, dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui Kecamatan Baureno menuju Kecamatan Kanor. Jalur ini nantinya akan terhubung dengan Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban atau TBT yang langsung menembus ke wilayah Rengel, Kabupaten Tuban.
Sementara itu, bagi pengendara dari arah Semarang atau Cepu yang hendak menuju ke arah Nganjuk maupun sebaliknya, disarankan untuk tidak masuk ke area kota jika kondisi lalu lintas padat. Pengguna jalan dapat memilih rute melalui Kecamatan Padangan menuju Kecamatan Ngraho yang kemudian menyambung ke jalur wilayah selatan hingga tembus ke arah Kabupaten Nganjuk.
Pemerintah daerah juga menyiapkan jalur alternatif di wilayah tengah bagi mereka yang ingin menuju kawasan selatan Bojonegoro seperti Kecamatan Dander hingga Bubulan. Pemudik bisa memanfaatkan ruas jalan kabupaten yang relatif lebih lengang dibandingkan jalur provinsi untuk menjangkau destinasi wisata maupun pemukiman warga di daerah perbukitan.
Dinas Perhubungan dan Dinas PU Bina Marga setempat mengonfirmasi bahwa kondisi aspal di jalur-jalur alternatif tersebut secara umum sudah dalam kondisi mantap dan layak lintasi. Perbaikan lubang jalan serta pembersihan bahu jalan telah tuntas dilakukan guna menjamin keamanan pengguna jalan selama 24 jam.
Selain kondisi jalan, aspek penerangan jalan umum dan pemasangan rambu petunjuk arah tambahan juga menjadi perhatian serius. Hal ini bertujuan agar para pemudik yang baru pertama kali melintasi jalur alternatif tidak kebingungan saat berkendara, terutama pada malam hari.
Para pengguna jalan tetap diimbau untuk selalu waspada dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi meskipun jalur alternatif cenderung lebih sepi dibandingkan jalur nasional. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan tetap menjadi kunci utama keselamatan selama perjalanan mudik.
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir












































.md.jpg)






