12 Tradisi Unik Saat Lebaran di Indonesia
Sabtu, 21 Maret 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Kekayaan budaya Indonesia tercermin jelas dalam berbagai perayaan hari besar, termasuk saat menyambut Hari Raya Idulfitri. Setiap daerah memiliki cara tersendiri yang unik dan penuh makna dalam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
Berikut adalah 12 tradisi unik Lebaran dari berbagai penjuru Nusantara yang sarat akan nilai sejarah, kebersamaan, dan rasa syukur.
Meugang, Aceh
Di serambi Makkah, masyarakat memiliki tradisi Meugang yang dilakukan menjelang Lebaran. Tradisi ini dilakukan dengan memasak daging sapi atau kerbau dalam jumlah banyak untuk dinikmati bersama keluarga dan kerabat. Meugang juga menjadi momen penting untuk berbagi hidangan dengan kaum dhuafa agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan hari raya.
Grebeg Syawal, Yogyakarta
Keraton Yogyakarta mengadakan Grebeg Syawal setiap tanggal 1 Syawal. Tradisi ini ditandai dengan keluarnya gunungan hasil bumi yang dikawal oleh prajurit keraton. Gunungan tersebut kemudian didoakan di Masjid Gede Kauman sebelum akhirnya diperebutkan oleh warga sebagai simbol berkah dan rasa syukur.
Perang Topat, Lombok
Masyarakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat, merayakan persaudaraan melalui Perang Topat atau perang ketupat. Tradisi ini biasanya dilakukan di area Pura Lingsar dan melibatkan umat Islam serta Hindu. Meski disebut perang, kegiatan ini sebenarnya merupakan simbol kerukunan antarumat beragama di mana mereka saling melempar ketupat dalam suasana penuh kegembiraan.
Pawai Pengon, Jember
Di Jember, Jawa Timur, terdapat tradisi Pawai Pengon yang biasanya digelar pada hari ketujuh Syawal atau saat Lebaran Ketupat. Warga mengarak gerobak sapi yang telah dihias janur kuning mengelilingi desa. Tradisi ini merupakan bentuk syukur atas keberhasilan panen dan kelancaran ibadah selama Ramadan.
Binarundak, Sulawesi Utara
Masyarakat di wilayah Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, merayakan Lebaran dengan tradisi Binarundak atau memasak nasi jaha secara massal. Nasi jaha yang terbuat dari beras ketan, santan, dan jahe ini dimasak di dalam bambu menggunakan api unggun yang menyala di sepanjang jalan.
Tumbilotohe, Gorontalo
Malam pasang lampu atau Tumbilotohe adalah tradisi khas Gorontalo yang dilakukan pada tiga malam terakhir menjelang Lebaran. Masyarakat menyalakan ribuan lampu minyak atau obor di depan rumah, sepanjang jalan, dan di area persawahan, sehingga menciptakan pemandangan malam yang sangat indah dan terang benderang.
Pukul Manyapu, Maluku
Di desa Mamala dan Morella, Maluku Tengah, terdapat tradisi ekstrem nan unik bernama Pukul Manyapu. Para pemuda saling memukul punggung menggunakan lidi dari pohon enau hingga berdarah. Tradisi ini melambangkan keberanian dan semangat perjuangan, di mana luka-luka tersebut nantinya akan diolesi minyak tradisional sebagai penyembuh.
Malam Selikuran, Solo
Tradisi ini sudah ada sejak zaman Sultan Agung dan dilestarikan oleh Keraton Kasunanan Surakarta. Dilaksanakan pada malam ke-21 Ramadan, warga melakukan kirab tumpeng menuju Taman Sriwedari. Kegiatan ini bertujuan menyambut malam Lailatul Qadar sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Meriam Karbit, Pontianak
Menjelang Idulfitri, masyarakat di tepian Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, menyulut meriam raksasa yang terbuat dari kayu atau karbit. Suara dentuman yang menggelegar ini awalnya dipercaya untuk mengusir roh jahat, namun kini telah menjadi festival tahunan yang menarik wisatawan.
Tradisi Ronjok Sayak, Bengkulu
Masyarakat suku Serawai di Bengkulu memiliki tradisi unik membakar batok kelapa atau Ronjok Sayak. Batok kelapa disusun setinggi satu meter di depan rumah lalu dibakar serentak pada malam takbiran. Tradisi ini merupakan simbol penghormatan kepada leluhur dan bentuk syukur kepada Sang Pencipta.
Makan Bajamba, Sumatera Barat
Di Minangkabau, tradisi makan bersama secara lesehan yang disebut Makan Bajamba tetap lestari saat momen Lebaran. Tradisi ini menekankan pada nilai kesetaraan dan kebersamaan, di mana masyarakat dari berbagai status sosial duduk melingkar menyantap hidangan khas di atas talam besar.
Koko’ono, Morowali
Masyarakat Morowali di Sulawesi Tengah merayakan Lebaran dengan tradisi Koko’ono, yakni tradisi mengetuk pintu rumah tetangga dan kerabat untuk bersilaturahmi sambil membawa hantaran makanan. Tradisi ini memastikan tidak ada satu pun rumah yang terlewat dari suasana kehangatan Lebaran.
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir












































.md.jpg)






