News Ticker
  • Puncak Arus Balik 2026 di Stasiun Bojonegoro Diprediksi Terjadi Hari Ini
  • Wajah Wisata di Bojonegoro Timur yang Layak Dicoba
  • Menag Dukung Pembatasan Bermedos untuk Anak sebagai Ijtihad Lindungi Generasi Muda
  • Sejumlah Penyakit yang Kerap Muncul Setelah Lebaran
  • 23 Maret dalam Sejarah
  • 3.378 Penumpang Naik-Turun di Stasiun Bojonegoro Hari Ini
  • Diduga Serangan Jantung, Petani di Kepohbaru, Bojonegoro, Meninggal di Sawah
  • Tetap Jaga Kesehatan di Tengah Serbuan Jajan Lebaran
  • Bupati Bojonegoro Gelar Open House untuk ASN dan Warga
  • 12 Tradisi Unik Saat Lebaran di Indonesia
  • 22 Maret dalam Sejarah
  • Suasana Khidmat di Lapas Bojonegoro pada Hari Raya Idul Fitri
  • Pemkab Bojonegoro Pastikan Jalan Alternatif Lebaran Nyaman Dilewati
  • Pemudik Antusias Manfaatkan Layanan Rest Area Dishub Bojonegoro
  • Ini Jalur Alternatif yang Disiapkan Pemkab Bojonegoro Selama Lebaran 1447 H
  • Menelusuri Akar Sejarah Halalbihalal dari Manuskrip Kuno hingga Diplomasi Politik Era Revolusi
  • 21 Maret dalam Sejarah
  • Bupati Bojonegoro Laksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Baabus Shofa
  • Penumpang Stasiun Bojonegoro Terus Meningkat Signifikan, Puncak Arus Balik Diprediksi 23 Maret
  • Dinkes Bojonegoro Jamin Layanan Medis Tetap Buka Selama Libur Lebaran
  • Berikut Ini Daftar Lengkap Kalender Event 2026 di Bojonegoro
  • Parade Oklik dan Obor Sewu Semarakkan Akhir Ramadan di Bojonegoro
  • Gubernur Khofifah Ungkap Sinergi dan Respons Cepat Jadi Kunci Hadapi Kompleksitas Persoalan Jawa Timur
  • Sakit di Penghujung Ramadan yang Jadi Isyarat Rahmat dan Penggugur Dosa
Memperingati Hari Pahlawan, Mahasiswa Bojonegoro Gelar Diskusi

Memperingati Hari Pahlawan, Mahasiswa Bojonegoro Gelar Diskusi

Bojonegoro – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memaknai dan memperingati Hari Pahlawan. Salah satunya dengan mengadakan diskusi santai seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Bojonegoro penerima beasiswa Banyu Urip bersama Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB) pada Selasa (10/11/2020) malam. Diskusi santai dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ini mengambil tema “Menjadi Pahlawan Virtual di Era New Normal” dan diadakan secara daring.
 
Narasumber dalam diskusi santai ini adalah Uncianus Nahak, S.H., M.H., tokoh pemuda dari Nusa Tenggara Timur dan Muhammad Roqib, S.H., M.H., ketua Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro dan dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Diskusi santai ini diikuti kalangan mahasiswa, guru, dan pelajar.
 
 
Putri Patricia, mahasiswi Teknik Sipil Unibraw, bertugas sebagai moderator. Ia membuka diskusi dengan memberi kesempatan sambutan kepada ketua pelaksana, Pilar Bela Persada, dan perwakilan YKIB, Frensi Agustina, S.Pd. Selanjutnya, ia memperkenalkan narasumber kepada peserta.
 
Narasumber pertama, Uncianus Nahak, menyampaikan pandangannya mengenai makna Hari Pahlawan bagi para pemuda dan masyarakat di belahan timur Indonesia. Ia bercerita, pada masa penjajahan dulu Nusa Tenggara Timur dijajah oleh bangsa Portugis. Saat itu bangsa Portugis bukan hanya mencari rempah-rempah akan tetapi juga menjajah masyarakat Nusa Tenggara Timur.
 
“Jadi dulu banyak perempuan di Nusa Tenggara Timur itu yang menindik tangannya, membuktikan bahwa ia sudah bersuami, karena takut atau menghindari dijadikan istri oleh orang-orang Portugis yang menjajah di sini,” ujarnya.
 
Ia mengatakan, perempuan di Nusa Tenggara Timur dulu memang mempunyai tradisi menindik tangan sebagai pertanda bahwa ia sudah bersuami. Penjajahan Portugis di Nusa  Tenggara Timur menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan bagi masyarakat.
 
“Jadi namanya penjajahan itu di mana pun menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan. Di Jawa atau di luar Jawa penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Portugis, Belanda, Inggris itu dilawan oleh rakyat Indonesia,” ujarnya.
 
Setelah merdeka, kata dia, yang kini bisa dilakukan oleh pemuda adalah membangun bangsanya. Meski, kata dia, di Nusa Tenggara itu terdapat suku dan bahasa yang beragam akan tetapi dapat hidup rukun dan damai karena berkat rasa nasionalisme dan patriotisme sebagai satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.
 
 
Sementara itu, narasumber kedua yakni Muhammad Roqib, menyampaikan sejarah seputar pertempuran 10 November 1945 antara para pemuda dan pejuang Surabaya dengan pasukan Sekutu, yakni Inggris dan Belanda.
 
Ia mengatakan, setelah Proklamasi Kemerdekaan dinyatakan oleh Soekarno dan Hatta, kondisi Indonesia sebagai sebuah negara yang baru merdeka belum stabil. Setelah Jepang menyerah tanpa syarat pada pasukan Sekutu, tidak seberapa lama kemudian pasukan Sekutu yakni Inggris dan Belanda tiba di Jakarta dan Surabaya pada September 1945. Pasukan Sekutu itu bertugas melucuti senjata dan memulangkan tentara Jepang dan membebaskan tawanan perang. Akan tetapi, Inggris dan Belanda berniat ingin menjajah Indonesia.
 
Roqib mengungkapkan beberapa kejadian sebelum peristiwa pertempuran 10 November 1945. Yakni, peristiwa perobekan bendera Belanda dan terbunuhnya jenderal AWS Mallaby di Surabaya. Tewasnya Jenderal AWS Mallaby, pemimpin pasukan Inggris di Surabaya ini memicu kemarahan pasukan Inggris. Kemudian, pasukan Inggris memberi ultimatum kepada pejuang di Surabaya untuk menyerahkan diri dan meletakkan senjata. Akan tetapi, para pejuang dan pemuda di Surabaya tak mengindahkan ultimatum itu dan dengan berani dan gigih melawan pasukan Inggris dan Belanda yang saat itu mempunyai persenjataan canggih dan modern.
 
Salah satu tokoh pejuang saat itu yakni Bung Tomo mengobarkan semangat para pejuang dan pemuda Surabaya. Ia berpidato menggelorakan semangat para pejuang Surabaya melawan Inggris dan Belanda. “Biar hancur lebur kami tetap berjuang. Merdeka atau mati,” ujar Bung Tomo lantang pada masa itu.
 
Akhirnya terjadilah pertempuran 10 November 1945 itu. Sedikitnya 16 ribu pasukan Sekutu dengan persenjataan dan peralatan perang modern menggempur Surabaya. Pertempuran berlangsung selama tiga pekan. Dalam pertempuran itu, sedikitnya 6 ribu pejuang dan pemuda Surabaya gugur. Kota Surabaya akhirnya dikuasai oleh pasukan Sekutu dan para pejuang dan pemuda Surabaya bergeser ke arah Mojokerto dan Pasuruan.
 
“Para pemuda, santri, para pejuang dan laskar saat itu habis-habisan bertempur melawan pasukan Inggris dan Belanda. Mereka hanya bersenjatakan bambu runcing dan senjata rampasan. Kegigihan pemuda dan pejuang, arek-arek Suroboyo saat itu sungguh luar biasa,” ujar Roqib.
 
Untuk mengingat kegigihan pemuda dan pejuang Surabaya dan menghormati para pahlawan yang gugur, Presiden Soekarno kemudian menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan berdasarkan Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional. (*/kik)
 
#adsense# 
Banner Ucapan Idulfitri 1447 H ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film One Battle After Another Menang Best Picture Oscar 2026

Film One Battle After Another Menang Best Picture Oscar 2026

Academy Awards ke-98 atau Oscar 2026 telah digelar pada 15 Maret 2026 di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles. Berikut adalah ...

1774292296.1888 at start, 1774292296.3836 at end, 0.19487595558167 sec elapsed