News Ticker
  • Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Resmikan 2 Jembatan di Margomulyo
  • Hingga November 2020, Kasus DBD di Blora Capai 119 Orang, 2 Orang Meninggal Dunia
  • Tingkatkan Silaturahmi UIama dan Umara, Bupati Bojonegoro Beri Pembinaan pada Takmir Masjid
  • Petani di Kedewan Bojonegoro Kendalikan Hama Tikus Secara Alami Dengan Burung Hantu
  • Dispensasi Kawin Menurut Peraturan Mahkamah Agung RI, Nomor 5 Tahun 2019
  • AMSI Kembali Gelar Indonesian Digital Conference 2020
  • Menuju Zero Emisi Dalam Kegiatan Operasi Sukowati Field Yang Lebih Efisien
  • Pelanggar Prokes di Ngawen Blora Masih Tinggi, Petugas Gencar Lakukan Razia
  • Difabel Blora Ajak Anggota Bisa Hidup Mandiri dengan Memiliki Usaha
  • Petugas Gabungan di Sumberrejo Bojonegoro Gelar Operasi Yustisi Protokol Covid-19
  • Wakil Bupati Bojonegoro Laksanakan Pembinaan Karang Werda di Kecamatan Balen
  • Implementasikan Program 'Astuti', Kapolres Bojonegoro Bagi-Bagi Nasi Kotak dan Masker
  • Sejumlah Proyek di Blora Diperkirakan Tidak Selesai pada Akhir Tahun 2020
  • Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Bojonegoro, Kembali Jalani Rapid Test
  • 61 Pelanggar Protokol Covid-19, Jalani Sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Bojonegoro
  • Mulai Besok, Jembatan Glendeng Penghubung Bojonegoro-Tuban, Kembali Ditutup Total
  • Pohon Penghijauan di Baureno Bojonegoro Roboh di Badan Jalan, Arus Lalu Lintas Tersendat
  • Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia, Pimpin Operasi Yustisi Protokol Kesehatan Covid-19
  • 27 Jemaah Pengajian Positif Covid-19, Dinkes Blora Lakukan Swab Test Klaster Pengajian
  • 52 Surat Suara Rusak, KPU: Kebutuhan Surat Suara Pilkada Blora Telah Tercukupi
  • KPU Blora Berhentikan Seorang Anggota PPS, Lantaran Aktif Dalam Partai Politik
  • 2 Lembaga Survey Unggulkan Pasangan Artys di Pilkada Blora 2020
  • Wakil Bupati Bojonegoro Beri Penyuluhan Hukum pada Aparatur Pemerintahan Desa di Kasiman
  • Tekan Penularan Covid-19, Petugas Gabungan di Kunduran Blora Bagikan Masker Gratis

Memperingati Hari Pahlawan, Mahasiswa Bojonegoro Gelar Diskusi

Bojonegoro – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memaknai dan memperingati Hari Pahlawan. Salah satunya dengan mengadakan diskusi santai seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Bojonegoro penerima beasiswa Banyu Urip bersama Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB) pada Selasa (10/11/2020) malam. Diskusi santai dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ini mengambil tema “Menjadi Pahlawan Virtual di Era New Normal” dan diadakan secara daring.
 
Narasumber dalam diskusi santai ini adalah Uncianus Nahak, S.H., M.H., tokoh pemuda dari Nusa Tenggara Timur dan Muhammad Roqib, S.H., M.H., ketua Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro dan dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Diskusi santai ini diikuti kalangan mahasiswa, guru, dan pelajar.
 
 
Putri Patricia, mahasiswi Teknik Sipil Unibraw, bertugas sebagai moderator. Ia membuka diskusi dengan memberi kesempatan sambutan kepada ketua pelaksana, Pilar Bela Persada, dan perwakilan YKIB, Frensi Agustina, S.Pd. Selanjutnya, ia memperkenalkan narasumber kepada peserta.
 
Narasumber pertama, Uncianus Nahak, menyampaikan pandangannya mengenai makna Hari Pahlawan bagi para pemuda dan masyarakat di belahan timur Indonesia. Ia bercerita, pada masa penjajahan dulu Nusa Tenggara Timur dijajah oleh bangsa Portugis. Saat itu bangsa Portugis bukan hanya mencari rempah-rempah akan tetapi juga menjajah masyarakat Nusa Tenggara Timur.
 
“Jadi dulu banyak perempuan di Nusa Tenggara Timur itu yang menindik tangannya, membuktikan bahwa ia sudah bersuami, karena takut atau menghindari dijadikan istri oleh orang-orang Portugis yang menjajah di sini,” ujarnya.
 
Ia mengatakan, perempuan di Nusa Tenggara Timur dulu memang mempunyai tradisi menindik tangan sebagai pertanda bahwa ia sudah bersuami. Penjajahan Portugis di Nusa  Tenggara Timur menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan bagi masyarakat.
 
“Jadi namanya penjajahan itu di mana pun menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan. Di Jawa atau di luar Jawa penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Portugis, Belanda, Inggris itu dilawan oleh rakyat Indonesia,” ujarnya.
 
Setelah merdeka, kata dia, yang kini bisa dilakukan oleh pemuda adalah membangun bangsanya. Meski, kata dia, di Nusa Tenggara itu terdapat suku dan bahasa yang beragam akan tetapi dapat hidup rukun dan damai karena berkat rasa nasionalisme dan patriotisme sebagai satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.
 
 
Sementara itu, narasumber kedua yakni Muhammad Roqib, menyampaikan sejarah seputar pertempuran 10 November 1945 antara para pemuda dan pejuang Surabaya dengan pasukan Sekutu, yakni Inggris dan Belanda.
 
Ia mengatakan, setelah Proklamasi Kemerdekaan dinyatakan oleh Soekarno dan Hatta, kondisi Indonesia sebagai sebuah negara yang baru merdeka belum stabil. Setelah Jepang menyerah tanpa syarat pada pasukan Sekutu, tidak seberapa lama kemudian pasukan Sekutu yakni Inggris dan Belanda tiba di Jakarta dan Surabaya pada September 1945. Pasukan Sekutu itu bertugas melucuti senjata dan memulangkan tentara Jepang dan membebaskan tawanan perang. Akan tetapi, Inggris dan Belanda berniat ingin menjajah Indonesia.
 
Roqib mengungkapkan beberapa kejadian sebelum peristiwa pertempuran 10 November 1945. Yakni, peristiwa perobekan bendera Belanda dan terbunuhnya jenderal AWS Mallaby di Surabaya. Tewasnya Jenderal AWS Mallaby, pemimpin pasukan Inggris di Surabaya ini memicu kemarahan pasukan Inggris. Kemudian, pasukan Inggris memberi ultimatum kepada pejuang di Surabaya untuk menyerahkan diri dan meletakkan senjata. Akan tetapi, para pejuang dan pemuda di Surabaya tak mengindahkan ultimatum itu dan dengan berani dan gigih melawan pasukan Inggris dan Belanda yang saat itu mempunyai persenjataan canggih dan modern.
 
Salah satu tokoh pejuang saat itu yakni Bung Tomo mengobarkan semangat para pejuang dan pemuda Surabaya. Ia berpidato menggelorakan semangat para pejuang Surabaya melawan Inggris dan Belanda. “Biar hancur lebur kami tetap berjuang. Merdeka atau mati,” ujar Bung Tomo lantang pada masa itu.
 
Akhirnya terjadilah pertempuran 10 November 1945 itu. Sedikitnya 16 ribu pasukan Sekutu dengan persenjataan dan peralatan perang modern menggempur Surabaya. Pertempuran berlangsung selama tiga pekan. Dalam pertempuran itu, sedikitnya 6 ribu pejuang dan pemuda Surabaya gugur. Kota Surabaya akhirnya dikuasai oleh pasukan Sekutu dan para pejuang dan pemuda Surabaya bergeser ke arah Mojokerto dan Pasuruan.
 
“Para pemuda, santri, para pejuang dan laskar saat itu habis-habisan bertempur melawan pasukan Inggris dan Belanda. Mereka hanya bersenjatakan bambu runcing dan senjata rampasan. Kegigihan pemuda dan pejuang, arek-arek Suroboyo saat itu sungguh luar biasa,” ujar Roqib.
 
Untuk mengingat kegigihan pemuda dan pejuang Surabaya dan menghormati para pahlawan yang gugur, Presiden Soekarno kemudian menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan berdasarkan Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional. (*/kik)
 
#adsense# 
Berita Terkait

Videotorial

'Bobota', Robot Pintar untuk Dukung Tugas Kepolisian di Bojonegoro

Berita Video

'Bobota', Robot Pintar untuk Dukung Tugas Kepolisian di Bojonegoro

Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, membuat inovasi berbasis Informasi Teknologi (IT), yakni dengan mengembangan robot pintar yang diberi nama Robot Bojonegoro ...

Berita Video

Video Prosesi Pemakaman Positif Corona Asal Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro

Berita Video

Video Prosesi Pemakaman Positif Corona Asal Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro

Bojonegoro - Seorang warga Kabupaten Bojonegoro, yang berstatus positif terkonfirmasi virus Corona (Covid-19), pada Sabtu (11/07/2020), sekitar pukul 01.30 WIB ...

Teras

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Peristiwa Orang Tersengat Listrik

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Bojonegoro - Berdasarkan data yang di himpun media ini, bahwa sejak Januari 2020 hingga Rabu (14/10/2020) hari ini, di Kabupaen ...

Opini

Dispensasi Kawin Menurut Peraturan Mahkamah Agung RI, Nomor 5 Tahun 2019

Opini

Dispensasi Kawin Menurut Peraturan Mahkamah Agung RI, Nomor 5 Tahun 2019

SECARA yuridis formal Mahkamah Agung Republik Indonesia sudah mengeluarkan regulasi yang mengatur penanganan dan penyelesaian perkara dispensasi nikah atau dispensasi ...

Quote

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

Quote Islami

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

KONDISI mewabahnya virus Corona (Covid-19) dalam bulan Ramadan ini tidak mengalami penurunan, bahkan semakin meningkat, maka untuk mencegah bahkan memutus ...

Sosok

Cerita Pratama Arhan Alif Rifai, Pemain Timnas U-19 Indonesia, Anak Pedangang Sayur di Blora

Sosok

Cerita Pratama Arhan Alif Rifai, Pemain Timnas U-19 Indonesia, Anak Pedangang Sayur di Blora

Blora - Pemain muda klub Liga 1 PSIS Semarang asal Kabupaten Blora, Pratama Arhan Alif Rifai, mendapat beberapa kesempatan baru ...

Eksis

Selama Masa Pandemi, Siswa SD di Blora ini Cetak 8 Kali Juara Nasional

Amayr Raheesh Al Makki

Selama Masa Pandemi, Siswa SD di Blora ini Cetak 8 Kali Juara Nasional

Blora - Masa Pandemi Covid 19 yang belum selesai hingga saat ini, tidak membuat Amayr Raheesh Al Makki, siswa kelas ...

Infotorial

Energi di Tengah Pandemi

Energi di Tengah Pandemi

Lebaran tahun ini terasa berbeda untuk Siti Mahmudah. Ia tidak bisa berkunjung ke rumah sanak saudara untuk bersilaturahmi. Juga tidak ...

Berita Foto

Foto Tembok Jembatan Glendeng, Penghubung Tuban-Bojonegoro yang Alami Retak

Jembatan Glendeng Retak

Foto Tembok Jembatan Glendeng, Penghubung Tuban-Bojonegoro yang Alami Retak

Bojonegoro - Tembok penahan pada Jembatan Glendeng, yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo, yang berada di Desa Simo Kecamatan ...

Religi

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

Oase Ramadan

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

KARENA pelaksanaan salat idulfitri berjamaah di tanah lapang atau di masjid rentan mengorbankan kepentingan yang lebih utama, yaitu memutus rantai ...

Pelesir

Keindahan Air Terjun di Dusun Mboti Tambakrejo Bojonegoro yang Masih Tersembuyi

Wisata

Keindahan Air Terjun di Dusun Mboti Tambakrejo Bojonegoro yang Masih Tersembuyi

Bojonegoro - Dusun Mboti Desa Turi Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro, selain keindahan alamnya, juga memiliki potensi wisata alam berupa air ...

Hiburan

Produser Film Internasional, Setting Lokasi di Bojonegoro

Produser Film Internasional, Setting Lokasi di Bojonegoro

Bojonegoro - Proses preproduksi film internasional berjudul Autobiography, kerja sama produksi antara sineas Indonesia dengan sineas Polandia, Perancis, Jerman dan ...

Statistik

Hari ini

161 kunjungan

224 halaman dibuka

37 pengunjung online

Bulan ini

46.027 kunjungan

59.222 halaman dibuka

Tahun ini

3.387.302 kunjungan

4.788.713 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 668.436

Indonesia: 11.171

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1607205773.5115 at start, 1607205774.0765 at end, 0.56490612030029 sec elapsed