News Ticker
  • Usai Panen Jagung, Seorang Petani di Bubulan, Bojonegoro Ditemukan Meninggal Tenggelam
  • Film 'Sinners' Pecahkan Rekor Sejarah: Raih 16 Nominasi Oscar, Terbanyak Sepanjang Masa
  • Gubernur Khofifah Gelar Tasyakuran HPN 2026 di Grahadi, Apresiasi Dedikasi Insan Pers Jatim
  • Disnakkan Bojonegoro Gerak Cepat Tangani Kasus PMK di Desa Kawengan, Kedewan
  • Tips Praktis Menggoreng Cabe Agar Tidak Mbeledos/Meledak, Aman dan Nyaman di Dapur!
  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Rp 7.000 jadi Rp 2.947.000 per Gram
  • 11 Februari dalam Sejarah
  • Kecelakaan di Temayang, Bojonegoro, Seorang Pengendara Sepeda Listrik Meninggal
  • Satgas TPID Bojonegoro Sidak Pasar Kota, Pantau Lonjakan Harga Jelang Ramadan
  • Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kerja Bakti Lingkungan Atasi Masalah Sampah
  • 1.800 Calon Haji Ikuti Bimbingan Praktik Manasik Haji di SIG Tuban
  • Bupati Blora Raih Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat
  • Kemenag Terus Upayakan Guru Madrasah Swasta Jadi PPPK dan Percepat Sertifikasi Guru
  • Yogaland: Studio Yoga Khusus Anak di Jakarta yang Inklusif dan Penuh Kasih, Yuk Kenalan
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis Rp 14.000 jadi Rp 2.954.000 per Gram
  • 10 Februari dalam Sejarah
  • Awal 2026, Perkara Cerai di PA Bojonegoro Meningkat, Istri Dominasi Gugatan
  • Puluhan Sapi Terjangkit (PMK), Disnakkan Lakukan Pengawasan Ketat
  • Pleret, Jajalan Tradisional Langka yang Gurih dan lembut
  • Ribuan Nahdliyin Bojonegoro Ikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang
  • Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Naik Rp 20.000 jadi Rp 2.940.000 per Gram
  • Pentingnya Screening Kesehatan Secara Rutin
  • 9 Februari dalam Sejarah, Ada Hari Pers Nasional
  • Perkiraan Cuaca Senin, 09 Februari 2026
Tuak Sudah Ada Sejak Zaman Majapahit

Menelusuri Jejak Tuak dan Legen di Tuban

Tuak Sudah Ada Sejak Zaman Majapahit

Oleh Rizha Setyawan

Tuban – Tradisi minum tuak sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, konon cikal bakal sejarah kerajaan Majapahit juga ada kaitannya dengan tradisi minum tuak. Ceritanya, Raden Wijaya, raja pertama Kerajaan Majapahit, berhasil memukul mundur pasukan Tar- Tar berkat minuman tuak itu.

“Raden Wijaya mengajak seluruh pasukan Tar-Tar yang singgah di Tanah Jawa minum tuak bersama-sama. Tetapi, setelah seluruh prajurit Tar-Tar itu mabuk, pasukan Raden Wijaya menyerang mereka. Hingga akhirnya, pasukan Tar-Tar kembali ke Tiongkok,” ujar Sugeng, 55 tahun, salah seorang sejarawan di Tuban.

Tradisi minum tuak, kata dia, diperkirakan sudah ada jauh sebelum berdirinya kerajaan Majapahit pada tahun 1295 Masehi. Tradisi minuman tuak itu masih eksis hingga sekarang di Tuban.

Tetapi, siapa yang pertama kali menemukan minuman tuak itu hingga kini belum diketahui. Minuman tuak seolah sudah menjadi bagian dari budaya sebagian masyarakat Tuban. Minuman tuak selain dijual di tempat yang disebut nitik, biasanya juga dihidangkan saat ada hajatan di kampung.

Menurut Sugeng, istilah toak atau dalam Bahasa Indonesia disebut tuak itu awalnya dari sebutan kata “noto awak” yang kemudian disebut toak. Tradisi minum tuak, kata dia, juga tidak selalu identik dengan hal yang negatif seperti bermalas-malasan atau mabuk-mabukan. Sebab, kata dia, tuak itu dulunya disajikan sebagai minuman khas masyarakat setempat saat berkumpul bersama.

“Setiap mereka berkumpul, mereka minum tuak itu. Istilahnya bala ngombe. Minum tuak bersama itu lebih mengakrabkan antarmereka,” tutur budayawan di Tuban ini.

Memang, kata dia, tuak mengandung alkohol yang bisa memabukkan. Tetapi, kata dia, kadar alkohol yang terkandung di minuman tuak kecil. “Kalau soal mabuk atau tidak, itu tergantung orangnya,” tuturnya.

Dulu, minuman tuak banyak dinikmati oleh kalangan bawah seperti buruh tani, kuli angkut, tukang becak, dan buruh kasar lainnya. Mereka biasanya minum tuak itu untuk menambah semangat bekerja. Tetapi, belakangan ini minuman tuak dinikmati oleh berbagai kalangan. Bahkan, di bar atau kafe sekarang ada yang menjual minuman tuak itu.

Minuman tuak, kata Sugeng, tidak bisa dilepaskan dari tradisi lokal di Tuban. Semestinya, kata dia, minuman tuak dan legen bisa menjadi salah satu potensi hasil budaya yang bisa dijual oleh pemerintah daerah. “Jadi, bukan dihilangkan, tetapi dikembangkan ke arah yang baik,” tutur Sugeng. (zha/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

Hiburan

Film 'Sinners' Pecahkan Rekor Sejarah: Raih 16 Nominasi Oscar, Terbanyak Sepanjang Masa

Film 'Sinners' Pecahkan Rekor Sejarah: Raih 16 Nominasi Oscar, Terbanyak Sepanjang Masa

Dunia perfilman sedang heboh! Film thriller supernatural garapan sutradara Ryan Coogler berjudul Sinners resmi memecahkan rekor sebagai film dengan nominasi ...

1770857945.7873 at start, 1770857946.2594 at end, 0.47213792800903 sec elapsed