Misteri Umur Manusia di Masa Kuno, Fakta Sejarah atau Sekadar Simbolisme?
Selasa, 27 Januari 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Rentang hidup manusia hingga mencapai angka 900 tahun ternyata bukan hanya ditemukan dalam catatan alkitabiah. Berbagai naskah kuno dari beragam budaya di dunia juga mencantumkan usia yang bagi manusia modern dianggap tidak masuk akal. Fenomena ini memicu perdebatan panjang di kalangan sejarawan: apakah ini murni kesalahan penerjemahan, makna simbolis, ataukah memang umur manusia telah menyusut drastis selama ribuan tahun?
Salah satu teori populer menyebutkan adanya perbedaan persepsi waktu. Di Timur Dekat kuno, satu tahun mungkin dihitung berdasarkan orbit bulan atau satu bulan dalam kalender modern. Namun, teori ini menemui celah logis. Jika usia Adam yang disebut 930 tahun dikonversi menggunakan hitungan bulan, maka ia wafat pada usia 77 tahun. Meski angka kematiannya terdengar masuk akal, hitungan ini secara otomatis membuat Adam menjadi seorang ayah pada usia yang baru 11 tahun.
Pola angka unik juga ditemukan dalam Daftar Raja Sumeria yang berusia 4.000 tahun. Para peneliti mencatat adanya penggunaan bilangan kuadrat dan kelipatan angka 60. Sama seperti catatan dalam Kitab Kejadian, naskah Sumeria menunjukkan tren penurunan usia yang stabil. Sebelum peristiwa Air Bah, masa pemerintahan raja-raja tercatat sangat lama, namun menurun secara progresif setelahnya. Dalam Alkitab, pola ini terlihat dari Adam yang mencapai 930 tahun, Nuh 500 tahun, hingga Abraham yang wafat di usia 175 tahun.
Dwight Young dari Universitas Brandeis berpendapat bahwa beberapa angka dalam Daftar Raja Sumeria tampak dibuat-buat. Sebagai contoh, masa pemerintahan Etana selama 1.560 tahun hanyalah hasil penjumlahan dari dua penguasa sebelumnya. Selain itu, angka-angka besar seperti 900, 625, dan 400 merupakan kuadrat dari 30, 25, dan 20. Hal ini menguatkan dugaan bahwa angka tersebut memiliki fungsi matematis atau simbolis tertentu bagi penulisnya.
Dari sisi medis kuno, catatan Tiongkok juga mengenal tokoh-tokoh dengan usia fantastis. Dokter Cuie Wenze dari dinasti Qin disebut hidup hingga 300 tahun, sementara biksu Tao Hui Zhao mencapai usia 290 tahun. Joseph P. Hou, seorang ahli akupunktur, menjelaskan bahwa kunci umur panjang dalam tradisi ini adalah memelihara kehidupan melalui asupan fisik, mental, hingga spiritual. Konsep serupa juga muncul dalam puisi epik Persia, Shahnameh, yang mengisahkan raja-raja dengan masa kepemimpinan ratusan hingga seribu tahun.
Menariknya, klaim umur panjang masih ditemukan di era modern, meski sering kali sulit dibuktikan karena keterbatasan dokumentasi di wilayah pedesaan. Bir Narayan Chaudhary dari Nepal pernah mengeklaim berusia 141 tahun pada 1996, dan banyak penduduk di wilayah Kaukasus Rusia yang mengaku berusia lebih dari 170 tahun.
Salah satu rahasia yang sering diungkapkan oleh mereka yang berumur panjang adalah gaya hidup sederhana, kerja fisik yang konsisten, dan ketenangan batin. Shisali Mislinlow, seorang pekebun asal Azerbaijan yang disebut hidup hingga 170 tahun, pernah berpesan agar manusia tidak terburu-buru dalam menjalani hidup.
Hingga saat ini, sains masih berada di persimpangan dalam memandang data-data kuno tersebut. Apakah catatan itu adalah laporan jujur tentang kondisi biologis manusia di masa lalu, ataukah sekadar bentuk penghormatan melalui angka-angka simbolis, misteri ini tetap menjadi bagian menarik dalam perjalanan sejarah peradaban manusia.































.md.jpg)






