Kolaborasi Literasi di CFD Bojonegoro Hadirkan Ruang Baca Nyaman dan Menyenangkan untuk Anak-Anak
Senin, 26 Januari 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Suasana Car Free Day (CFD) di Alun-alun Bojonegoro, Minggu (25/01/2026) pagi kemarin, terasa lebih segar dan edukatif. Di tengah hiruk-pikuk olahraga dan kuliner, muncul ruang literasi terbuka yang ramai oleh gelak tawa anak-anak. Mereka asyik mendengarkan dongeng dan membolak-balik buku bacaan menarik.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang dikoordinasikan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bojonegoro bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro, Kampung Dongeng, serta TK ABA 1 Bojonegoro. Untuk pertama kalinya juga, CFD Perpustakaan Keliling bersinergi dengan DWP dalam menghadirkan ruang literasi interaktif dan ramah keluarga.
Mobil Perpustakaan Keliling hadir menyediakan koleksi buku anak-anak yang menarik. Sesi mendongeng dipandu anggota DWP dan pegiat Kampung Mendongeng, sementara siswa-siswi TK ABA 1 tampil kreatif menambah keceriaan suasana. Orang tua turut mendampingi, menciptakan momen hangat belajar bersama di ruang publik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, mengapresiasi kolaborasi ini. “Mari kita galakkan membaca dan literasi. Saat ini anak-anak cenderung lebih dekat dengan gawai dibandingkan buku. Melalui kegiatan yang dikemas menyenangkan seperti ini, kami berharap kegemaran membaca kembali tumbuh dan menjadi kebiasaan masyarakat,” ujarnya.
Erick berharap kegiatan literasi di CFD tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi rutinitas yang dinanti warga. Dengan sinergi pemerintah daerah, organisasi wanita, sekolah, dan peran aktif orang tua, budaya literasi di Bojonegoro diharapkan semakin menguat.
Senada dengan itu, Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emi Edi Susanto, menekankan pentingnya literasi di era digital. “Harapannya, anak-anak generasi muda, khususnya usia TK dan anak usia dini, memiliki pemahaman bahwa literasi sangat diperlukan. Ibu sebagai pendidik pertama di keluarga diharapkan mampu menjadi teladan. Ketika anak bergerak, orang tua pun ikut terlibat,” katanya.
Emi menambahkan, DWP telah merancang lima program literasi ke depan, antara lain sosialisasi literasi bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip, penyediaan pojok baca DWP, review buku oleh anggota, pelatihan literasi keluarga serta pengelolaan kearsipan, dan program berkelanjutan berupa mendongeng serta pentas seni TK binaan setiap bulan. DWP juga mendorong kunjungan edukatif anak-anak ke kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip agar mengenal layanan perpustakaan secara langsung.
Melalui inisiatif ini, CFD tidak lagi hanya ruang olahraga dan bersantai, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama yang menyenangkan. Semangat literasi diharapkan tumbuh dan mengakar di setiap keluarga, menjadi fondasi generasi Bojonegoro yang cerdas, kritis, dan berkarakter.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






