Mayoritas Orang Indonesia Ingin Tetap Bekerja Meski Sudah Pensiun, Survei Sun Life Ungkap Alasan di Baliknya
Kamis, 12 Februari 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Banyak masyarakat Indonesia yang memproyeksikan diri mereka akan terus bekerja meskipun telah mencapai usia pensiun. Hal ini terungkap dari survei terbaru yang dilakukan oleh Sun Life, di mana 77% responden memperkirakan akan tetap aktif bekerja setelah memasuki masa pensiun.
Data tersebut mencerminkan perubahan pola pikir terhadap pensiun di tengah kondisi demografi Indonesia yang semakin menua. Menurut Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP), pada tahun 2023 Indonesia memiliki sekitar 30,9 juta penduduk berusia 60 tahun ke atas atau 11,1% dari total populasi. Angka ini diproyeksikan melonjak menjadi 64,9 juta jiwa pada tahun 2050, setara dengan 20,5% populasi.
Survei Sun Life menyoroti dua alasan utama mengapa mayoritas responden ingin melanjutkan pekerjaan di usia senja. Di satu sisi, ada motivasi positif: 48% responden menyatakan ingin terus bekerja untuk memiliki tujuan hidup, pemenuhan diri, serta menjaga hubungan sosial. Selain itu, 36% lainnya menganggap pekerjaan sebagai stimulasi mental yang penting untuk tetap aktif.
Namun, di sisi lain, aspek finansial menjadi faktor dominan yang memaksa banyak orang bertahan di dunia kerja. Sebanyak 71% responden mengaku membutuhkan penghasilan tambahan untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari dan menjamin keamanan finansial jangka panjang.
Survei tersebut juga mengelompokkan responden menjadi dua kategori utama. Kelompok Gold Star Planners (perencana pensiun yang siap secara finansial) cenderung melanjutkan kerja sebagai pilihan sadar. Sebanyak 60% dari kelompok ini termotivasi oleh aspirasi dan tujuan hidup, 83% menikmati aspek sosial pekerjaan, serta 83% ingin tetap aktif secara fisik dan mental.
Sementara itu, kelompok Stalled Starters (yang tertunda dalam perencanaan pensiun) lebih banyak terpaksa menunda pensiun karena kendala keuangan. Sekitar 43% dari kelompok ini menunda pensiun untuk menutup biaya pendidikan atau kebutuhan hidup anak, dan 20% merasa tidak pasti atau pesimistis terhadap masa pensiun mereka.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan kesiapan pensiun di masyarakat Indonesia. Semakin panjang usia harapan hidup, semakin mendesak kebutuhan perencanaan keuangan jangka panjang agar masa pensiun tidak menjadi beban. Para ahli menekankan pentingnya mulai menabung dan berinvestasi sejak dini untuk menghindari ketergantungan pada pekerjaan di usia lanjut semata-mata karena alasan ekonomi.
Survei ini menjadi pengingat bahwa pensiun ideal tidak hanya soal berhenti bekerja, melainkan mencapai kesejahteraan finansial dan mental di masa tua.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir






























.md.jpg)






