Bukan Sekadar Hobi Rapi, OCD adalah Gangguan Mental yang Perlu Penanganan Serius
Kamis, 29 Januari 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Istilah OCD atau Obsessive-Compulsive Disorder seringkali digunakan masyarakat secara santai untuk menggambarkan seseorang yang sangat menyukai kebersihan atau keteraturan. Namun, para pakar kesehatan mental menegaskan bahwa OCD jauh lebih kompleks dan menyiksa daripada sekadar perilaku rapi.
Psikolog klinis menjelaskan bahwa OCD merupakan gangguan kecemasan kronis yang ditandai dengan munculnya pikiran obsesif yang tidak terkendali, yang kemudian mendorong penderitanya untuk melakukan tindakan repetitif atau kompulsi.
Memahami Obsesi dan Kompulsi
Gejala OCD terbagi dalam dua pilar utama. Pertama adalah Obsesi, yaitu pikiran, gambaran, atau dorongan yang muncul berulang kali dan memicu rasa cemas yang hebat. Contohnya adalah ketakutan berlebih terhadap kuman atau pikiran bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi jika benda tidak diletakkan secara simetris.
Kedua adalah Kompulsi, yaitu perilaku yang dilakukan penderita untuk meredakan kecemasan akibat obsesi tersebut. Tindakan ini bisa berupa mencuci tangan puluhan kali, memeriksa kunci pintu berulang-ulang, atau menghitung benda dengan pola tertentu.
"Penderita OCD sebenarnya sering kali menyadari bahwa pikiran atau tindakan mereka tidak logis, namun mereka merasa tidak berdaya untuk menghentikannya. Tanpa melakukan tindakan kompulsi tersebut, mereka akan mengalami serangan kecemasan yang luar biasa," ungkap pakar kesehatan mental dalam sebuah diskusi publik.
Dampak pada Kualitas Hidup
Berbeda dengan orang yang sekadar "perfeksionis", pengidap OCD menghabiskan banyak waktu—bisa berjam-jam dalam sehari—hanya untuk memenuhi ritual kompulsi mereka. Hal ini tentu mengganggu produktivitas, hubungan sosial, hingga kesehatan fisik penderitanya.
Data menunjukkan bahwa banyak penderita OCD terlambat mendapatkan bantuan medis karena rasa malu atau anggapan bahwa perilaku mereka hanyalah kebiasaan unik. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, gangguan ini dapat memicu depresi berat.
Langkah Penanganan
Dunia kedokteran saat ini telah menyediakan berbagai metode efektif untuk menangani OCD. Dua metode yang paling umum digunakan adalah:
1. Terapi Kognitif Perilaku (CBT): Khususnya teknik Exposure and Response Prevention (ERP), di mana pasien secara perlahan dihadapkan pada pemicu kecemasan tanpa diperbolehkan melakukan ritual kompulsi.
2. Medikasi: Pemberian obat-obatan tertentu di bawah pengawasan dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) untuk menyeimbangkan kadar kimia di otak.
Penting bagi masyarakat untuk berhenti menggunakan istilah OCD sebagai lelucon. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat krusial agar penderita merasa berani untuk mencari bantuan profesional. Kesehatan mental adalah prioritas yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan OCD adalah kondisi medis yang dapat dikelola dengan bantuan yang tepat.






















.sm.jpg)






.md.jpg)






