45 Mahasiswa Bojonegoro Ikuti Pelatihan Jurnalistik Dasar IJTI di Unugiri, Tekankan Etika dan Literasi Digital
Kamis, 12 Februari 2026 09:30 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Sebanyak 45 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Bojonegoro antusias mengikuti Pelatihan Jurnalistik Dasar yang diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dengan Unugiri, didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro serta sejumlah mitra strategis.
Pelatihan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemkab Bojonegoro, ExxonMobil, Pertamina EP Zona 12, Pertamina EP Sukowati Field, PT ADS BUMD Bojonegoro, PDAM Tirta Buana Bojonegoro, Polres Bojonegoro, Perum Bulog Cabang Bojonegoro, KPID Jawa Timur, Kodim 0813 Bojonegoro, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan.
Direktur Kampus Riset dan Inovasi (KRI) Unugiri, Lisa Aminatul, menyambut hangat kegiatan ini. Ia mengapresiasi IJTI yang memilih Unugiri sebagai tuan rumah dan menilai pelatihan sebagai kesempatan emas untuk memperkuat citra kampus melalui media.
“Pelatihan semacam ini akan membekali mahasiswa dan dosen dengan pengetahuan yang berguna untuk mempromosikan Unugiri. Sebesar apa pun sebuah kampus, tanpa kehadiran di media, sulit dikenal masyarakat,” ujar Lisa.
Ia berharap kerja sama dengan IJTI bisa berlanjut jangka panjang, sehingga Unugiri semakin dikenal dan berkembang.

Pelatihan Jurnalistik Dasar yang diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dengan Unugiri.
Ketua IJTI Korda Pantura Raya, Khusni Mubarok, menyampaikan rasa terima kasih kepada Unugiri serta seluruh sponsor yang membuat acara ini sukses. Menurutnya, di era digital saat ini, siapa saja yang memiliki smartphone bisa dengan mudah menjadi penyampai informasi, bahkan seperti “wartawan dadakan”.
“Namun, kemudahan itu harus diimbangi dengan etika dan tanggung jawab. Dalam jurnalistik profesional, ada proses verifikasi, cross-check, dan konfirmasi ke pihak terkait agar informasi berimbang dan akurat,” tegas Khusni.
Pelatihan sehari penuh ini menghadirkan materi sekaligus praktik langsung, mulai dari literasi jurnalistik hingga teknik penulisan berita, reportase, dan dasar-dasar broadcasting.
Ketua Badan Pengembangan dan Pembinaan (BPP) Unugiri, Drs. Saifuddin Idris, membuka acara dengan salawat Al Fatih dan menyatakan kebanggaannya atas terselenggaranya pelatihan. Ia berpesan agar peserta memanfaatkan momen ini sebaik mungkin.
“Waktu sekali lewat, tidak akan kembali. Belajarlah sungguh-sungguh dari para pakar, lalu sebarkan hal-hal positif untuk membangun citra baik,” pesannya.
Asisten Administrasi Umum Setda Pemkab Bojonegoro, Mahmudin, yang turut hadir, menekankan pentingnya etika jurnalistik di samping keterampilan teknis.
“Buatlah berita yang menarik, tapi selalu berpijak pada fakta. Branding kampus atau daerah memang penting, tapi masyarakat hanya akan tahu jika disampaikan secara benar dan bertanggung jawab,” katanya.
Ia menambahkan bahwa visi IJTI selaras dengan upaya Pemkab Bojonegoro dalam mendorong literasi media dan keterbukaan informasi publik.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Unugiri dan IJTI Korda Pantura Raya. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh perwakilan Pemkab Bojonegoro, unsur Forkopimda, serta para peserta.
Sinergi antara dunia pendidikan, pers, pemerintah, dan sektor swasta ini diharapkan terus berlanjut untuk meningkatkan kapasitas generasi muda. Melalui pelatihan ini, IJTI berupaya mencetak mahasiswa yang tidak hanya mahir menyampaikan informasi, tapi juga menjunjung tinggi etika, akurasi, dan tanggung jawab dalam era informasi digital yang serba cepat.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir






























.md.jpg)






