Puluhan Sapi Terjangkit (PMK), Disnakkan Lakukan Pengawasan Ketat
Senin, 09 Februari 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Bojonegoro. Hingga awal Februari 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat mencatat jumlah sapi yang terinfeksi mencapai 86 ekor.
Jumlah tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan data sebelumnya yang masih berada di angka 60 ekor. Dengan demikian, dalam waktu sekitar dua hari terjadi penambahan 26 ekor sapi yang terpapar virus PMK. Disnakan lakukan Pengawasan Ketat
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menegaskan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menekan laju penyebaran penyakit pada hewan ternak, khususnya sapi, agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan Disnakkan Bojonegoro, drh. Lutfi Nurrahman, membenarkan adanya peningkatan kasus PMK di wilayahnya.
“Data terakhir mencatat sebanyak 86 ekor sapi terjangkit PMK. Kami masih terus melakukan pemantauan dan pembaruan data secara berkala,” jelas Lutfi.
Ia menyampaikan, sebagai upaya penanganan, pihaknya rutin melakukan pengawasan langsung di lapangan, mulai dari deteksi dini, investigasi epidemiologi, hingga pemeriksaan klinis terhadap ternak. Selain itu, petugas juga mendata populasi ternak yang rentan serta menelusuri sumber penularan dan potensi penyebaran virus.
Lebih lanjut, Lutfi mengungkapkan bahwa jumlah sapi yang dilaporkan mati akibat PMK kini mencapai enam ekor. Angka tersebut meningkat dibandingkan laporan per 31 Januari lalu yang masih mencatat dua ekor kematian.
Untuk menekan penyebaran lebih luas, Pemkab Bojonegoro berencana memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak, terutama sapi yang berasal dari luar daerah dan akan masuk ke wilayah Bojonegoro. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko penularan PMK ke daerah lain.(Red/Toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






