Tren Busana Lebaran 2026: Warna Solid dan Wastra Lokal Semakin Diminati
Minggu, 15 Maret 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Tren Busana Lebaran 2026: Warna Solid dan Wastra Lokal Semakin Diminati
Tren busana Lebaran 2026 menunjukkan pergeseran yang cukup jelas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya warna putih kerap menjadi pilihan utama saat Idulfitri, kini banyak koleksi justru menonjolkan warna solid yang lebih tegas seperti navy, cokelat tua, krem, hingga marun. Pilihan warna tersebut memberikan kesan elegan sekaligus berbeda dari tradisi busana Lebaran yang identik dengan warna terang.
Selain warna, perubahan tren juga terlihat dari semakin kuatnya penggunaan wastra lokal dalam rancangan busana muslim. Berbagai desainer mulai mengangkat kain tradisional sebagai bahan utama, salah satunya tenun bulu Garut yang dikenal memiliki karakter kuat serta nilai tradisional yang khas. Penggunaan kain lokal ini tidak hanya memperkaya tampilan busana, tetapi juga menjadi cara untuk memperkenalkan kembali kekayaan tekstil Indonesia.
Pemanfaatan wastra juga memiliki dampak sosial karena proses pembuatannya melibatkan para pengrajin, termasuk pengrajin perempuan. Melalui industri fesyen, keberadaan mereka turut mendapat ruang sekaligus dukungan ekonomi dari meningkatnya permintaan terhadap kain tradisional.
Dari segi desain, busana Lebaran tahun ini cenderung hadir dengan potongan yang lebih sederhana. Model seperti tunik, dress, dan outer tetap menjadi pilihan utama karena mudah dipadukan dengan berbagai gaya busana lainnya. Desain yang minimalis juga memungkinkan karakter kain tradisional tetap menjadi fokus utama dalam penampilan.
Tren sarimbit atau busana pasangan dan keluarga juga semakin diminati. Banyak keluarga ingin tampil serasi saat merayakan Hari Raya, sehingga koleksi busana pria dan wanita kini lebih sering dirancang dalam satu konsep yang sama.
Selain aspek estetika, sejumlah koleksi busana Lebaran juga mulai memperhatikan prinsip keberlanjutan atau sustainability. Hal ini terlihat dari upaya penggunaan bahan yang lebih efisien dalam proses produksi serta pengurangan material yang tidak diperlukan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa industri fesyen muslim tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mulai mempertimbangkan dampak lingkungan dan keberlanjutan dalam jangka panjang.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir











.sm.jpg)




















.md.jpg)






