DKPP Hadirkan B’FOS di Area CFD Alun-alun untuk Perkuat Pemasaran Produk Pertanian Bojonegoro
Senin, 20 April 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah kreatif dalam memasarkan sektor pertanian melalui inovasi bertajuk Bojonegoro Farm on the Street atau B’FOS, Minggu (19/04/2026) kemarin di sepuar alun-alun. Digelar di tengah keramaian car free day (CFD) seputaran alun-alun kota, ajang ini menjadi ruang strategis untuk mempromosikan potensi lokal sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemberdayaan sumber daya manusia pertanian, yang melibatkan penyuluh, kelompok tani, hingga Kontak Tani Nelayan Andalan, dengan program ketahanan pangan daerah. Dalam acara tersebut, berbagai komoditas unggulan seperti pangan segar dan produk olahan pertanian dipamerkan serta dijual langsung kepada para pengunjung.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa kehadiran B'FOS berfungsi sebagai jembatan komunikasi yang mempertemukan petani sebagai produsen dengan konsumen urban.
"B'FOS adalah bukti nyata kolaborasi antara SDM pertanian yang terampil dengan semangat ketahanan pangan kita. Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Bojonegoro memiliki kualitas yang luar biasa, atau istilahnya 'Jos Membanggakan'. Dengan membawa pertanian ke jalanan (CFD), kita memperpendek rantai pasok sehingga petani mendapat harga yang layak dan masyarakat mendapatkan produk yang segar serta berkualitas," ujarnya.
Selain urusan dagang, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi teknologi pertanian yang tengah dikembangkan DKPP. Salah satu yang diperkenalkan adalah pengembangan padi Gamagora dengan perlakuan basillus dan pola tanam jajar legowo yang terbukti mampu mendongkrak produktivitas lahan.
Zaenal Fanani juga memandang pentingnya penguatan kualitas SDM pertanian dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat kabupaten. Menurutnya, interaksi langsung dengan warga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap produk asli daerah.
"Kami terus mendorong SDM pertanian kita untuk lebih inovatif dalam pengemasan dan pemasaran. B'FOS menjadi laboratorium hidup bagi mereka untuk berinteraksi langsung dengan pasar. Jika SDM-nya kuat dan kolaborasinya solid, maka kemandirian pangan Bojonegoro akan tetap terjaga dengan kokoh," tambahnya.
Melalui konsistensi agenda seperti B'FOS, ekonomi kerakyatan diharapkan terus terdongkrak, sekaligus mempertegas identitas Bojonegoro sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.(red/toh)






































