Wajah Wisata di Bojonegoro Timur yang Layak Dicoba
Senin, 23 Maret 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Baureno: Permata Tersembunyi di Gerbang Timur Bojonegoro yang Mulai Bersolek
Bojonegoro– Terletak strategis di perbatasan antara Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan, Kecamatan Baureno kini tengah mematangkan diri sebagai destinasi wisata unggulan baru. Melalui sinergi inovasi desa, wilayah yang menjadi simpul pergerakan dari arah Jombang dan Tuban ini menawarkan perpaduan unik antara ketenangan air waduk dan eksotisme pegunungan karst.
Camat Baureno memproyeksikan wilayah ini tidak hanya sebagai pusat agroindustri dan pergudangan, tetapi juga sebagai simpul intermoda bagi kebudayaan, seni rupa, hingga seni pertunjukan.Salah satu destinasi yang mencuri perhatian adalah Waduk Garan Indah di Desa Pasinan. Masyarakat setempat kerap menjulukinya sebagai "Sarangan Mini" karena suasana sejuk dan pemandangannya yang menenangkan. Tak sekadar tempat berwisata, waduk ini telah menjadi mesin ekonomi bagi warga.
Tercatat pada Ramadan 1447 H lalu, sebanyak 50 pelaku UMKM lokal terlibat aktif menjajakan produk mereka. Kesuksesan momen ngabuburit tersebut kini memicu pengembangan waduk sebagai destinasi keluarga favorit setiap akhir pekan.
Bagi para pemburu visual dan pencinta alam, Baureno menyajikan fenomena geologi yang langka melalui Tebing Gupit di Desa Sumuragung dan Gajah Watu Jodoh di Desa Gajah. Keduanya merupakan bentang alam batuan karbonat (karst) yang membentuk lekukan artistik.
Selain menjadi latar belakang estetik untuk konten media sosial, kawasan ini juga menyimpan potensi besar sebagai lokasi wisata edukasi kebumian bagi pelajar dan peneliti.
Guna menghidupkan potensi wisata tersebut secara berkelanjutan, Kecamatan Baureno meluncurkan inovasi bertajuk "Tebing Ceria". Program ini merupakan kegiatan Car Free Day (CFD) yang dipusatkan di kawasan Tebing Gupit. Melalui "Tebing Ceria", masyarakat diajak untuk berolahraga di tengah udara segar pegunungan, sembari mendukung keberlangsungan UMKM lokal yang berjajar di sepanjang area kegiatan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa di wilayah perbatasan Bojonegoro.































.sm.jpg)












.md.jpg)






