23 Maret dalam Sejarah
Senin, 23 Maret 2026 09:00 WIBOleh Tim Redaksi
Peristiwa bersejarah yang paling melekat dengan tanggal 23 Maret bagi bangsa Indonesia adalah pecahnya peristiwa Bandung Lautan Api pada tahun 1946. Demi mempertahankan kedaulatan dan mencegah kota digunakan sebagai markas militer oleh pasukan Sekutu serta NICA, sekitar 200.000 penduduk Bandung memilih untuk membakar rumah mereka sendiri sebelum bergerak mengungsi ke pegunungan di wilayah selatan.
Strategi bumi hangus ini menjadi simbol pengorbanan luar biasa, di mana tokoh seperti Mohammad Toha gugur dalam misi heroik meledakkan gudang amunisi musuh di Dayeuhkolot demi menjaga kemerdekaan yang baru seumur jagung.
Di panggung dunia, tanggal ini juga mencatat titik balik politik yang drastis ketika pada tahun 1933, Parlemen Jerman mengesahkan Enabling Act yang memberikan kekuasaan diktator penuh kepada Adolf Hitler. Sementara itu, dari sisi ilmu pengetahuan dan lingkungan, tanggal 23 Maret diperingati sebagai Hari Meteorologi Sedunia untuk menandai berdirinya Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) di bawah naungan PBB pada tahun 1950. Peringatan ini menekankan pentingnya peran pengamatan cuaca dan iklim dalam menjaga keselamatan umat manusia di seluruh dunia.
Catatan sejarah lain yang tak kalah penting terjadi pada tahun 1956 ketika Pakistan resmi memproklamirkan diri sebagai negara Republik Islam pertama di dunia. Bergeser ke era penjelajahan ruang angkasa, pada 23 Maret 2001, stasiun luar angkasa milik Rusia yang bernama Mir akhirnya mengakhiri masa tugasnya setelah 15 tahun mengorbit bumi dan jatuh secara terkendali di Samudra Pasifik.
Rangkaian peristiwa ini menjadikan 23 Maret sebagai momentum pengingat akan perjuangan kedaulatan, perubahan peta politik dunia, hingga pencapaian teknologi manusia.












































.md.jpg)






