Jawa Timur Puncaki Prestasi Nasional dengan Torehan Puluhan Ribu Medali SIMT
Kamis, 14 Mei 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Provinsi Jawa Timur mengukuhkan posisinya sebagai kiblat prestasi pelajar nasional setelah berhasil mengumpulkan 45.839 medali berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional per 12 Mei 2026. Capaian gemilang ini membawa Jawa Timur unggul di posisi teratas, melampaui perolehan medali yang diraih oleh Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat melalui berbagai ajang kompetisi lintas jenjang pendidikan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari terciptanya lingkungan belajar yang kondusif di wilayahnya. Menurutnya, sinergi antara guru, siswa, dan orang tua telah membuahkan hasil yang membanggakan bagi dunia pendidikan di Jawa Timur.
“Capaian ini menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan di Jawa Timur tumbuh sehat, kolaboratif, dan mampu melahirkan generasi yang kompetitif serta berkarakter,” ujar Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya di Surabaya, Rabu.
Data tersebut menunjukkan persaingan yang cukup ketat di papan atas, di mana Jawa Timur terpaut 501 medali dari Jawa Tengah yang mengantongi 45.338 medali. Sementara itu, Jawa Barat berada di urutan ketiga dengan 32.160 medali, diikuti DKI Jakarta dan Sumatera Utara. Khofifah secara khusus menyoroti perkembangan positif di bidang riset yang kini semakin diminati oleh para pelajar melalui wadah kreativitas di sekolah.
“Melalui KIR, anak-anak kita dilatih untuk bertukar ide, melahirkan inovasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Ini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi unggul yang adaptif terhadap tantangan masa depan,” katanya.
Khofifah juga terus memotivasi seluruh peserta didik agar tidak cepat puas dan tetap berani menghadapi tantangan di setiap ajang kompetisi. Ia menegaskan bahwa kesempatan untuk meraih prestasi terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki kemauan kuat untuk terus mengasah kemampuan diri.
“Jangan pernah takut mencoba dan berkompetisi. Prestasi bukan hanya milik mereka yang sudah terbiasa juara, tetapi milik semua pelajar yang mau belajar, berkembang, dan bekerja keras. Teruslah berani bermimpi dan tunjukkan karya terbaik untuk Jawa Timur dan Indonesia,” kata Khofifah.
Menanggapi raihan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengungkapkan bahwa konsistensi dalam pembinaan menjadi kunci utama. Pihaknya terus mengawal proses pelatihan secara berjenjang, termasuk melalui pusat pelatihan atau training center, guna memastikan para delegasi Jawa Timur memiliki kesiapan mental dan teknis yang matang sebelum berlaga di level nasional.
“Jawa Timur bisa menjadi juara umum karena dilakukan pembinaan dan pelatihan secara berjenjang, termasuk melalui training center. Ini memberikan dampak signifikan terhadap capaian prestasi Jawa Timur di tingkat nasional,” ujarnya.
Keberhasilan di tahun 2026 ini melengkapi catatan impresif Jawa Timur pada tahun sebelumnya yang sukses menyabet gelar juara umum pada berbagai ajang bergengsi seperti O2SN, FLS3N, OPSI, dan LKS Dikmen. Dengan sistem manajemen talenta yang semakin terintegrasi, Jawa Timur optimistis dapat terus mencetak generasi emas yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa di berbagai bidang.(red/toh)





































