Adaptasi Teknologi Digital, Guru TK di Bojonegoro Bekali Diri dengan Kemampuan Koding dan AI
Rabu, 06 Mei 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah progresif dengan menggelar Workshop Transformasi Pembelajaran di Era Artificial Intelligence (AI). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Malowopati pada Selasa (05/05/2026) kemarin ini mengusung tema seputar pengenalan koding, gim, serta pembuatan gambar dan video kreatif sebagai respons terhadap dinamika teknologi digital di dunia pendidikan saat ini.
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kabid Peningkatan Mutu PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Bojonegoro Rasmadi, perwakilan IGTKI Jawa Timur, hingga jajaran pengawas TK. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan penggunaan teknologi dengan penguatan karakter anak didik sejak usia dini.
Dalam arahannya, Kabid Peningkatan Mutu PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Bojonegoro Rasmadi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk senantiasa mendukung kesejahteraan serta peningkatan kapasitas para pendidik. Selain fokus pada kompetensi guru, Pemkab Bojonegoro juga tengah menjalankan program beasiswa sebagai bentuk pelayanan terbaik bagi generasi muda yang saat ini sedang dalam tahap pemberkasan.
Rasmadi menekankan bahwa peran pendidik di jenjang PAUD sangat krusial dalam meletakkan fondasi moral dan kecerdasan anak. Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti AI dan koding harus selaras dengan regulasi terbaru serta metode pembelajaran mendalam yang mencakup aspek kesenangan, makna, dan kesadaran diri siswa.
"Guru PAUD merupakan pionir dan ujung tombak pembentukan karakter sesuai dengan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 termasuk didalamnya pengenalan Coding dan AI. Utamanya juga penerapan metode pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang mencakup tiga prinsip utama," ujarnya.
Penerapan teknologi koding dan kecerdasan artifisial di tingkat taman kanak-kanak kini memiliki payung hukum melalui Kepmendikdasmen Nomor 127/P/2025. Melalui workshop ini, para guru didorong untuk mengenalkan dasar-dasar berpikir komputasional kepada anak melalui cara-cara sederhana, mulai dari memecah masalah besar menjadi bagian kecil, mengenali pola, menentukan prioritas, hingga menyusun langkah logis dalam menyelesaikan tugas.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Panitia IGTKI PGRI Bojonegoro Ani Julita memberikan pandangannya mengenai pergeseran peran guru di era digital. Ia menilai kehadiran AI memberikan tantangan sekaligus peluang bagi para pengajar untuk bertransformasi menjadi fasilitator yang lebih inovatif di dalam kelas agar suasana belajar tetap dinamis.
"Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan tetap relevan dengan perkembangan zaman. Workshop ini diharapkan membekali para pendidik agar mampu memanfaatkan AI untuk menciptakan media pembelajaran berupa gambar, video, dan game yang menarik bagi anak didik," pungkasnya.
Melalui pelatihan intensif ini, diharapkan para guru TK di Bojonegoro memiliki kemandirian dalam merancang media ajar berbasis teknologi yang tetap mengedepankan sisi humanis dan kearifan lokal bagi pertumbuhan anak-anak.(red/toh)





































