Melalui Kondisi Urine dan Kulit, Gejala Awal Gangguan Ginjal Bisa Dikenali
Kamis, 14 Mei 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Ginjal memiliki peran vital dalam tubuh manusia sebagai organ penyaring racun, limbah, dan cairan berlebih dari dalam darah. Namun, kerusakan pada organ ini sering kali tidak memicu gejala yang nyata pada stadium awal, sehingga banyak orang baru menyadari masalah tersebut ketika kondisi kesehatan sudah memasuki tahap yang lebih serius.
Salah satu indikator yang paling mudah diamati sebagai tanda awal gangguan ginjal adalah perubahan pada urine. Munculnya busa atau gelembung yang sulit hilang meskipun sudah disiram berkali-kali menandakan adanya protein yang bocor ke dalam urine, sebuah kondisi yang dikenal sebagai proteinuria. Selain busa, perubahan warna menjadi kemerahan juga patut diwaspadai karena bisa menjadi indikasi adanya darah akibat peradangan.
“Yang di muda-muda sudah gagal ginjal kebanyakan itu karena penyakit ini peradangan ginjal, karena nggak pernah periksa urine. Bisa diketahuinya hanya dengan pemeriksaan, karena nggak ada gejala,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia, dr Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH.
Selain melalui pemeriksaan urine, kondisi kulit juga dapat memberikan sinyal adanya masalah pada ginjal. Rasa gatal yang terus-menerus bisa menjadi gejala penyakit mineral dan tulang yang berkaitan dengan penurunan fungsi ginjal dalam menyeimbangkan kadar mineral dalam darah. Tanda fisik lainnya yang sering muncul adalah pembengkakan atau edema pada bagian kaki, pergelangan kaki, hingga tangan akibat penumpukan cairan yang tidak mampu dibuang oleh ginjal.
Gejala lain yang kerap diabaikan namun penting untuk diperhatikan adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil pada malam hari atau nokturia. Kondisi ini sering kali memicu gangguan tidur yang berujung pada kelelahan kronis dan kesulitan berkonsentrasi. Penderita juga mungkin merasakan sesak napas saat beraktivitas fisik serta nyeri pada bagian tulang atau sendi.
“Kalau udah berbusa, berwarna, itu udah tinggi berarti tuh (kadar kebocorannya). Biasanya berwarna kemerahan itu karena ada darah. Darah bisa dari ginjalnya atau dari salurannya. Kalau dari ginjalnya tadi karena peradangannya,” tambah dr Pringgodigdo mengingatkan pentingnya deteksi dini.
Penyakit ginjal sendiri umumnya dipicu oleh beberapa kondisi kesehatan jangka panjang, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, serta penggunaan obat-obatan tertentu secara terus-menerus tanpa pengawasan medis. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama tes urine, menjadi langkah pencegahan paling efektif bagi mereka yang memiliki faktor risiko agar kerusakan ginjal dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.
Mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kualitas hidup, masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala yang menetap seperti pembengkakan tubuh, nafsu makan menurun, atau sesak napas. Penanganan lebih awal tidak hanya mencegah komplikasi yang lebih berat, tetapi juga menjaga fungsi ginjal agar tetap optimal dalam menopang kesehatan tubuh secara keseluruhan.




































