DMI Bojonegoro Gelar Musda Lima Tahunan, Evaluasi Kepengurusan dan Siapkan Regenerasi
Senin, 29 Juni 2026 16:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bojonegoro menggelar agenda Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2026 bertempat di ruang Angling Dharma gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (29/06/2026). Kegiatan rutin lima tahunan organisasi keagamaan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua DMI Kabupaten Bojonegoro Hanafi, Ketua Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta sejumlah tokoh lainnya.
Forum Musda ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan pada periode sebelumnya sekaligus menyusun arah garis perjuangan organisasi untuk lima tahun ke depan melalui proses regenerasi kepemimpinan yang sehat. Selain itu, pertemuan ini juga difungsikan sebagai sarana memperkuat konsolidasi internal organisasi dalam upaya memakmurkan masjid serta meningkatkan peran aktif para pengurus takmir di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sinergi dan kolaborasi erat yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan DMI. Menurutnya, kerja sama lintas sektor tersebut menjadi modal sosial yang sangat penting dalam membangun tatanan kehidupan masyarakat Bojonegoro yang religius sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah.
"Selama hampir satu setengah tahun kami menjalankan amanah sebagai Bupati, hubungan dengan DMI berjalan sangat baik," ujarnya saat memberikan pengarahan.
Menurut Bupati, DMI memiliki tugas dan tanggung jawab besar sebagai organisasi induk yang mewadahi seluruh takmir masjid di Indonesia, sehingga hubungan antara DMI dan takmir harus dipahami sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan di mana takmir merupakan ujung tombak pelaksanaan program di tingkat akar rumput. Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa fungsi masjid pada era modern tidak hanya terbatas sebagai tempat ibadah ritual semata, melainkan juga harus menjadi pusat kegiatan umat, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan kerukunan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap program-program kemasjidan di daerah. Salah satunya diwujudkan melalui program pembinaan serta pemberian apresiasi intensif kepada para marbot dan takmir masjid yang dipastikan tetap dipertahankan oleh pemerintah daerah meskipun saat ini tengah dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.
Nurul Azizah juga mendorong adanya percepatan pembentukan Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Bojonegoro agar semakin memperkuat sinergi dengan kepengurusan DMI yang baru. Di samping itu, Pemkab Bojonegoro kini tengah menyiapkan inovasi pelayanan masyarakat yang menjangkau seluruh siklus kehidupan, termasuk penguatan layanan sosial kemasyarakatan pada saat kematian melalui kolaborasi bersama jamaah tahlil dan organisasi kemasjidan.
Ketua DMI Kabupaten Bojonegoro Hanafi menjelaskan bahwa pelaksanaan Musda merupakan amanah konstitusi organisasi yang wajib dilaksanakan setiap lima tahun sekali untuk menyusun struktur kepengurusan baru sekaligus melanjutkan proses estafet regenerasi organisasi. Ia memaparkan, selama masa bakti 2021–2026, DMI Kabupaten Bojonegoro telah merealisasikan berbagai program penguatan, di antaranya pembinaan takmir dan marbot, bimbingan teknis pengelolaan manajemen masjid, pengembangan masjid ramah lingkungan, ramah musafir, serta mewujudkan tempat ibadah yang bersih, sehat, dan inklusif.
"Masjid yang makmur lahir dari orang-orang yang beriman dan memiliki kepedulian untuk meramaikannya. Karena itu kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang selama ini terus bersinergi bersama DMI," ujar laki-laki yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro ini.
Hanafi menyebut melalui Musda yang demokratis ini, DMI Bojonegoro ke depan semakin mampu memperkuat peran strategis masjid sebagai pusat ibadah, pemberdayaan umat, sarana pendidikan karakter bagi generasi muda, sekaligus menjadi perekat persatuan antar warga. (red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir






































