Sambut Petugas Sensus Ekonomi 2026, Bupati Setyo Wahono Ajak Warga Berikan Data yang Valid dan Jujur
Kamis, 25 Juni 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di kompleks kediaman kepala daerah saat jajaran pimpinan beserta petugas sensus Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro mendatangi Rumah Dinas Bupati Bojonegoro pada Rabu (24/06/2026) kemarin. Kedatangan tim sensus dimaksudkan untuk melaksanakan wawancara perdana sekaligus pendataan langsung Sensus Ekonomi 2026.
Kehadiran tim BPS tersebut disambut langsung dengan ramah oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama sang istri, Cantika Wahono. Pertemuan yang berlangsung santai namun sarat akan makna strategis ini menjadi simbol komitmen dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap penyuksesan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini tengah digulirkan secara serentak di seluruh tanah air.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono melayangkan seruan hangat kepada segenap elemen warga, mulai dari pelaku usaha mikro hingga jajaran direksi perusahaan, untuk berpartisipasi aktif membukakan pintu bagi petugas. Dirinya meminta masyarakat memberikan jawaban yang jujur, akurat, serta lengkap sesuai dengan realitas usaha yang dijalankan tanpa ada hal yang ditutup-tutupi.
"Khususnya untuk masyarakat Bojonegoro, Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026," ujar Setyo Wahono.
Pria asal Desa Dolokgede ini juga mengimbau kepada warga untuk menepis rasa ragu atau ketakutan yang berlebihan apabila rumah maupun tempat usahanya didatangi oleh petugas resmi BPS. Hal itu lantaran tujuan utama dari pendataan berkala ini murni untuk menghimpun basis data yang valid mengenai struktur kekuatan ekonomi kerakyatan, yang nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk rumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua BPS Bojonegoro Syawaluddin Siregar memaparkan bahwa Sensus Ekonomi merupakan salah satu agenda statistik terbesar negara yang diselenggarakan secara ajek setiap 10 tahun sekali. Fokus utama dari program ini adalah merekam potret menyeluruh dari seluruh aktivitas ekonomi masyarakat di luar sektor pertanian, yang mencakup klaster usaha mikro, industri rumahan, toko kelontong, hingga korporasi manufaktur berskala besar.
Bergulirnya Sensus Ekonomi 2026 ini diproyeksikan mampu menyediakan peta jalan komprehensif mengenai karakteristik usaha modern, termasuk memetakan sejauh mana laju perkembangan ekonomi digital serta dampaknya terhadap ekonomi lingkungan di daerah. Seluruh data kompilasi yang berhasil dihimpun nantinya bakal menjadi modal berharga bagi pemerintah pusat maupun pemkab dalam menyusun skema pemantauan serta evaluasi kebijakan makro agar tetap adaptif mengikuti perkembangan zaman.
"Karena itu, sesuai arahan Bupati Bojonegoro juga masyarakat diharapkan dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi sesuai kondisi yang sebenarnya," imbuhnya.
Melalui jalinan sinergi yang harmonis antara jajaran pemkab, institusi Badan Pusat Statistik, dan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat, perhelatan Sensus Ekonomi 2026 di bumi Angling Dharma diharapkan dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Data akurat yang dihasilkan dari kejujuran warga dalam memberikan jawaban nantinya diyakini bakal menjadi pijakan kokoh menuju lompatan pembangunan ekonomi Bojonegoro yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.(red/toh)






































