Sinergi Pemkab Bojonegoro Gandeng Lintas Sektor Dorong Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas
Kamis, 25 Juni 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat fondasi pembangunan inklusif dengan menegaskan komitmen penuh dalam mendukung peningkatan kesejahteraan serta kemandirian para penyandang disabilitas. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat menghadiri prosesi pelantikan pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2026-2031 yang digelar secara khidmat di Pendopo Malowopati pada Rabu (24/06/2026) kemarin.
Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono melayangkan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru PPDI yang dinakhodai oleh Rony Setianto. Pihak eksekutif memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kiprah nyata organisasi ini yang secara konsisten getol memperjuangkan hak-hak kesetaraan sekaligus aktif memacu perbaikan ekonomi para anggotanya melalui berbagai skema pemberdayaan di akar rumput. Guna memaksimalkan program tersebut, bupati memastikan seluruh organisasi perangkat daerah siap disiagakan untuk membangun kolaborasi program yang konkret.
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memiliki kewajiban untuk mendukung setiap kegiatan dan program PPDI. Banyak OPD yang siap bersinergi, mulai Dinas Sosial; Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro; hingga Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing," terang Bupati.
Tak hanya fokus pada penguatan sektor ekonomi mikro, bupati juga merespons positif adanya usulan penyesuaian regulasi daerah terkait jaminan akses pendidikan. Pemerintah daerah membuka peluang lebar untuk memformulasikan skema pemberian beasiswa khusus bagi putra-putri dari penyandang disabilitas agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi hingga bangku universitas tanpa terganjal faktor biaya.
"Ini sudah menjadi kewajiban kami. Kita ingin penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dan mampu berdaya saing," tegasnya.
Orang nomor satu di bumi Angling Dharma ini juga memuji konsistensi berbagai organisasi kemasyarakatan dan mitra strategis seperti Aisyiyah, Yatim Mandiri, IdFos Indonesia, hingga MPS Padangan yang selama ini setia melakukan pendampingan di lapangan. Dirinya menyadari bahwa akselerasi pemenuhan hak disabilitas tidak akan berjalan optimal tanpa adanya gotong royong dan dukungan kolektif dari pihak swasta maupun lembaga sosial.
Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Bojonegoro Rony Setianto memaparkan bahwa sejak resmi menancapkan kiprahnya pada tahun 2021 silam, pihaknya terus bergerak dinamis merajut jejaring kemitraan. Salah satu program kemanusiaan reguler yang berhasil dijalankan adalah penyaluran paket bantuan khusus bagi penyandang disabilitas dengan kondisi berat yang sejauh ini tercatat telah menyentuh 768 jiwa penerima manfaat di berbagai pelosok desa.
Di sektor usaha mikro, kelompok disabilitas binaan PPDI juga menunjukkan taji dengan menyabet sederet prestasi membanggakan. Mulai dari menyabet juara lomba video UMKM Alfamart tahun 2023, juara harapan lomba inovasi Kabupaten Bojonegoro, hingga berhasil memperoleh kucuran dana hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk pengembangan produk herbal dan penguatan program kesehatan internal. Kemandirian ini diperkuat dengan pendirian koperasi mandiri yang kini beranggotakan 25 orang dengan omzet perputaran usaha menembus angka puluhan juta rupiah.
Menatap masa depan organisasi, Rony menaruh harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat memfasilitasi pendirian sebuah pusat usaha atau galeri produk disabilitas terpadu. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi wadah pameran bersama sekaligus pusat inkubasi bisnis agar produk kerajinan dan olahan makanan karya disabilitas Bojonegoro bisa naik kelas dan menjadi percontohan nasional di Jawa Timur.
"Kami ingin bertransformasi menuju kemandirian. Disabilitas bukan hambatan, tetapi bagian dari masyarakat yang juga berpartisipasi dalam pembangunan dan mendukung program pemerintah daerah," ungkap Rony Setianto.
Sinergi harmonis antara birokrasi, organisasi profesi, dan lembaga mitra ini diharapkan mampu membuka ruang berekspresi yang lebih lapang bagi para penyandang disabilitas di Bojonegoro. Lewat program yang terintegrasi, kelompok rentan ini diproyeksikan tidak lagi dipandang sebagai objek penerima bantuan sosial semata, melainkan mampu bermutasi menjadi subjek pembangunan yang mandiri, produktif, serta berdaya saing tinggi dalam memajukan daerah.






































