Bhabinkamtibmas Perlu Kawal Warga Eks Gafatar
Senin, 25 Januari 2016 11:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Kepolisian Resor Bojonegoro akan senantiasa memperbaiki kualitas layanan terhadap masyarakat. Hal tersebut seperti dikemukakan oleh Kapolres Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Fiuser SIK MHum dalam apel, Senin (25/1).
Polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat harus senantiasa memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat. Dalam hal ini, patroli dalam rangka antisipasi kriminalitas dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat harus ditingkatkan Polri.
Bhabinkamtibmas tentunya menjadi tumpuan utama Polri dalam bersinggungan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada komitmen dan keikhlasan meningkatkan pelayanan dalam melaksanakan tugas memelihara kamtibmas. Terlebih-lebih, di Bojonegoro, ada sebelas warga Bojonegoro yang dikabarkan jadi anggota eks Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang dipulangkan ke kampung halamannya.
"Peran besar Bhabinkamtibmas untuk membantu memberikan imbauan kepada masyarakat agar bisa menerima kehadiran warga eks-Gafatar kembali menjadi warga yang baik," ujar AKBP Hendri Fiuser SIK. MHum dalam amanat inspektur, Senin (25/1).
Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser memerintahkan agar anggota senantiasa memberikan imbauan kepada masyarakat agar peduli terhadap kondisi keamanan dan ketertiban lingkungan sekitar masyarakatnya. "Masyarakat juga perlu mengawasi keberadaan dan tingkah laku orang asing di sekitar," ujar Hendri.
Selain itu, untuk menunjang pewujudan kondisi tersebut, pihaknya menugaskan Bhabinkamtibmas secara rutin berkoordinasi dengan kepala desa agar bersama-sama menciptakan situasi kondusif. "Koordinasikan bersama kepala desa agar mau menerima mereka kembali," imbuh Hendri.
Sebelas orang eks anggota Gafatar asal Bojonegoro yaitu Iksan, 37, warga Kecamatan Kapas, Sari Botno, 33, warga Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, Sujarno, 34, bersama keluarganya yaitu Mariyatun, 30 (istri), Nurul Fatmala, 8 tahun (anak), dan Axel Raihan Diandra Putra, 3 minggu (anak). Sujarno dan keluarganya ini berasal dari Dusun Taji RT 23 RW 04, Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo.
Selain itu, Matrais, 54, warga Dusun Badug RT 07 RW 02, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, dan keluarganya yaitu Sri Ayomi, 54 (istri), Robert Ari Wibowo, 21 (anak), Teresia Intan Devita Dewi, 15 (anak), dan Takirada Karinda Zizah Damara, 7 (anak). (lyn/kik)












































.md.jpg)






