Kisah Sujarno dan Keluarga Eks Gafatar asal Bojonegoro
Tinggalkan 43 Hektar Lahan Gambut Siap Panen
Selasa, 26 Januari 2016 08:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Tambakrejo - Empat dari sebelas pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) berasal dari Dusun Taji, Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo. Mereka adalah keluarga Sujarno (34) sekaligus istrinya, Mariatun (30), serta kedua anaknya, dimana salah satunya masih berusia 1 bulan. Mereka berempat pindah untuk merantau di Mempawah, Kalimantan Barat, sejak 4 bulan terakhir yakni pada bulan September tahun lalu.
Ketika beritabojonegoro.com (BBC) bertandang Sujarno dan istri sedang menjaga anak bungsunya. Dia menerima uluran tangan untuk bersalaman lalu mempersilakan duduk. Rumahnya model joglo kuno dengan dinding dari papan kayu. Sementara lantainya masih beralaskan tanah. Wajahnya masih tampak lelah lantaran baru saja datang dari perjalanan jauh. Tampak di salah satu sudut ruangan, tiga perempuan sedang memupil jagung. Katanya mereka baru saja panen.
"Semestinya di Kalimantan sana kita juga sudah mulai panen. Ada sekitar 43 lahan gambut yang kita tanami sayur-sayuran dan buah. Namun sayang ada peristiwa kerusuhan hingga terjadi pembakaran, sehingga kita dipulangkan di sini," akhirnya Sujarno buka suara dengan lirih.
Pria asal daerah Saradan, Kabupaten Madiun itu mengatakan bahwa di sana telah menanam berbagai jenis sayuran seperti buncis, kacang panjang dan nanas. Untuk menanam padi, lanjut dia, jelas tidak bisa. Hal ini karena lahan yang tersedia merupakan lahan gambut. Orang asli daerah sana, lanjut dia, seringkali terpukau pada gaya bercocok tanam orang Jawa. Pasalnya mereka sendiri tidak pernah berhasil bercocok tanam di sana.
Sujarno menambahkan bahwa dirinya selalu menjaga hubungan baik dengan penduduk asli Dayak. Bahkan penduduk Dayak bersedia melindungi keselamatan dan jiwa mereka. Sebab itulah dia sama sekali tidak menyangka akan mengalami nasib nahas seperti sekarang ini. Tujuannya ke sana adalah semata-mata karena untuk memperbaiki nasib.
Untuk sementara dirinya beserta keluarganya tidak punya pilihan lain kecuali menetap di Dusun Taji, Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo. Istri Sujarno, Mariatun, tidak banyak berkomentar. Dia lebih sibuk mengurus bayinya yang baru berusia satu bulan. (rul/kik)












































.md.jpg)






