Pemulangan Eks Gafatar Tambakrejo
Kades Sukorejo Ajak Terima Eks Gafatar
Selasa, 26 Januari 2016 09:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Tambakrejo – Sujarno dan istrinya Mariyatun dan dua buah hatinya, semuanya asal Dusun Taji, Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, Eks Gafatar telah dipulangkan kembali ke rumahnya. Mereka diterima kembali oleh keluarga masing-masing. Selain itu pemerintah desa juga telah mengajak warga untuk menerima kembali kedatangan Sujarno sekeluarga.
"Sejak dikabari oleh petugas dan pemerintah kabupaten, kami sudah melakukan berbagai koordinasi untuk menerima mereka kembali," ujar Kepala Desa Sukorejo, Ahmad Shobirin.
Pihaknya mengaku sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Di antaranya perangkat desa, pengurus RT, petugas kepolisian maupun TNI. Menurut hematnya sudah kewajibannya untuk menerima warganya kembali. Pasalnya hingga kini Kartu Keluarga (KK) warga eks pengikut Gafatar masih tercatat sebagai warga Desa Sukorejo.
Shobirin menambahkan sebelum pemulangan warga eks Gafatar, beberapa kejadian memang sempat terjadi. Di antaranya adalah pengeluaran paksa anak pertama dari Sujarno dari sekolah. Selain itu, lanjut dia, rumah milik keluaga istri Sujarno juga hendak dijual. Hanya saja hal itu
masih dapat dicegah oleh keluarga dari istri Sujarno, Mariatun.
Menurut Ketua RT 23 RW 5 Dusun Taji Desa Sokorejo, Mat Amin, Sujarno dan istrinya bukanlah orang yang aktif di ormas agama apa pun. Mereka dikenal sebagai pekerja di Surabaya. Dan paling cepat pulang ke Tambakrejo seminggu sekali. Sehingga agak jarang berkomunikasi dengan warga setempat.
"Kita sendiri sebelumnya kurang mengerti Gafatar itu apa. Tapi seiring pemberitaan di televisi, salah satu keluarga Sujarno pernah menemukannya logo Gafatar di handphone Sujarno," terang Mat Amin. (rul/kik)












































.md.jpg)






