Akibat Epilepsi Kambuh, Seorang Petani Meninggal di Sawah
Jumat, 26 Februari 2016 15:00 WIBOleh M Nur Khozin
Oleh M Nur Khozin
Gondang - Seorang petani di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (26/02) pagi sekitar pukul 06.30 WIB ditemukan meninggal dunia di persawahan desa setempat. Saat ditemukan korban yang diketahui bernama Juwari (54), dalam posisi telungkup di dalam parit sawah dengan kedalaman 70 centimeter, berlumpur dan tergenanggi air sedalam 30 centimeter.
Menurut penuturan beberapa saksi, sebelumnya korban Juwari yang beralamat di Dukuh Kaliasin RT 24 RW 05, Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, sempat semalam suntuk dalam pencarian keluarga dan warga setempat. Pasalnya, korban yang sejak sore, Kamis (25/02) pukul 16.00 WIB, berpamitan berangkat ke sawah hingga malam tidak kunjung pulang.
Saat itu hujan deras, karena korban tak kunjung pulang, anak korban bernama Munaim merasa kawatir. Dia kemudian mencari bapaknya dengan ditemani beberapa tetangga. Semalam suntuk dilakukan pencarian terhadap korban. Namun hingga jelang pagi upaya pencarian itu belum juga berhasil.
Hingga kemudian ada kabar ditemukan korban tergelatak di sawah sudah dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 06.30 WIB. Korban ditemukan oleh beberapa petani yang sedang perjalanan pergi ke sawah. Kontan saja penemuan korban yang meninggal ini mengegerkan warga Desa Sambongrejo.
Penemuan ini kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan laporan ke petugas Kepolisian Sektor Gondang. Selang beberapa menit, beberapa petugas Polsek Gondang yang dipimpin Kapolsek Gondang AKP Fandil mendatangi lokasi penemuan mayat korban. Tidak lupa diajak serta dokter dari Puskesmas Gondang dan petugas Babinsa setempat.
Saat petugas tiba di lokasi, mayat korban Juwari masih dalam posisi telungkup di dalam parit kedalaman 70 centimeter dan tergenanggi air 30 centimeter. Saat diangkat dari dalam parit, tubuh korban sudah kaku dan memucat. Tubuh korban lalu diletakkan di atas galengan sawah untuk dilakukan pemeriksaan fisik.
Dari pemeriksaan fisik oleh dr Lutfi, dari Puskesmas Gondang, diketahui ciri-ciri fisik korban, seperti kulit sawo matang, rambut hitam lurus, panjang mayat 165 centimeter, memakai kaos lengan panjang hijau, celana pendek biru tua, serta ada luka berdarah di daun telinga kiri dan kanan akibat gigitan Yuyu (kepiting sawah).
"Berdasarkan hasil visum luar, tidak diketemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Korban diduga meninggal akibat sakit," ungkap dr Lutfi kepada beritabojonegoro.com (BBC).
Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Gondang AKP Fandil, menjelaskan, menurut keterangan pihak keluaraga, selama ini korban memiliki riwayat mengidap sakit epilepsi. Penyakitnya itu sering kambuh jika kondisi tubuh kecapekan.
"Diduga korban meninggal karena penyakit epilepsinya kambuh dan tercebur di parit, saat korban berada di sawah sendirian," ujar Kapolsek Gondang.
Dalam peristiwa ini, imbuh Kapolsek, keluarga korban telah menerima kajadian ini sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Pihak keluarga juga sudah membuat surat peryataan tertulis tidak bersedia otopsi yang ditujukan kepada Kapolsek dan Puskesmas Gondang. "Selanjutnya keluarga meminta agar jenazah korban segera dikebumikan," kata AKP Fandil. (zin/tap)
*) Foto petugas polisi sedang memeriksa jenazah Juwari di parit


































.md.jpg)






