Ceroboh Saat Belok, Bocah Pengendara Motor Ditubruk Mobil Boks
Selasa, 01 Maret 2016 12:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Baureno - Jalur rawan kecelakaan Bojonegoro-Babat, kembali memakan korban. Kemarin sore, Senin (29/02), sekira pukul 15.00 WIB, di jalur tersebut turut wilayah Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, satu peristiwa kecelakaan menimpa seorang pengendara sepeda motor yang masih berstatus pelajar SMA.
Pengendara motor yang celaka itu bernama Abdul Malik (16), asal Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno. Dia yang saat itu mengendarai Yamaha Mio bernomor polisi L 6555 XF ditubruk mobil boks dari arah belakang. Akibatnya remaja ini menderita patah tulang kaki kanan dan kiri.
Menurut informasi yang diterima beritabojonegoro.com (BBC), kecelakaan terjadi ketika pengendara motor Yamaha Mio yang masih belum berhak memiliki SIM tersebut tengah berjalan dari arah barat ke timur. Melaju di belakangnya satu mobil boks bernomor polisi L 8075 K yang dikemudikan Khusnan Arif (31), asal Desa Kadungrembug, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.
Sesampainya di lokasi kecelakaan, turut Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, tiba-tiba remaja pengendara motor Mio berbelok ke arah kanan. Situasi itu membuat kaget sopir mobil boks yang melaju di belakangnya. Karena jarak sudah terlalu dekat, dan sopir tak kuasa mengerem, akhirnya moncong mobil boks menghantam ekor sepeda motor Mio cukup keras. Remaja pengendara motor Mio pun terpental dan jatuh ke aspal jalan.
"Diduga karena pengendara berbelok secara mendadak, dan jarak keduanya terlalu dekat, sehingga tabrakan tak bisa dihindari," terang Kapolsek Baureno AKP Mashadi, Selasa (01/03).
Akibat kecelakaan tersebut, kerugian materi mencapai Rp 3 juta lebih. Selain itu, pengendara sepeda motor Yamaha Mio harus menderita luka serta patah tulang kaki kanan dan kiri. Sementara pengemudi mobil boks selamat.
"Saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Sumberrejo, sementara untuk penanganan kasus kecelakaannya diserahkan ke Unit Laka Lantas Polres Bojonegoro," ujar AKP Mashadi.
Dengan kejadian tersebut, Mashadi mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan keamanan dan keselamatan anaknya ketika berkendara. "Kalau belum punya SIM, hendaknya jangan diperbolehkan mengendarai sepeda motor sendiri," pesannya melalui beritabojonegoro.com. (lyn/tap)































.md.jpg)






