Seorang Pemuda Tewas Tenggelam Saat Berenang di Bendungan Mekuris
Jumat, 04 Maret 2016 19:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Sumberejo - Hati-hati berenang di dam kala permukaan air sedang tinggi. Jika tidak hati-hati bisa jadi nyawa anda melayang. Nasib nahas inilah yang dialami seorang pemuda dari Desa Mlinjeng, Kecamatan Sumberejo. Pemuda berinisial WP (20) itu harus meregang nyawa pada Jum’at (04/03) siang sekitar pukul 13.30 WIB. Informasi yang dihimpun beritabojonegoro.com (BBC), sebelumnya korban berenang bersama seorang temannya, Heri Setyawan (19) di bendungan Mekuris, Desa Kedungrejo, Kecamatan Sumberejo.
“Seorang korban selamat. Sementara seorang lagi tidak bisa terselamatkan,” terang Kapolsek Sumberejo, AKP Nur Zjaeni.
Dzaeni menambahkan bahwa kronologi kejadian bermula ketika WP dan Heri berenang bersama. Setelah setengah jam berenang, mereka berdua duduk-duduk di penahan air. Karena licin korban terpeleset dan selanjutnya terseseret arus air. Mengetahui hal itu teman korban berusaha untuk menolongnya. Hanya saja maksud baiknya tidak dapat tercapai karena tidak mampu menahan arus yang deras. Sebab itulah korban tenggelam dan akhirnya meninggal.
Pada insiden itu, lanjut Zjaeni, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Selain itu kondisi hidung korban saat ditemukan penuh dengan air dan ingus. Sehingga bisa disimpulkan korban murni meninggal karena insiden tenggelam. Petugas Mapolsek yang datang untuk mengambil tindakan diantaranya Bripka Kastum, Aiptu suyatno, Brigadir Rahmat Purwadi dipimpin langsung oleh Kapolsek sumberejo. Selain itu juga melibatkan bidan Desa Mlinjeng, Mualimin.
Menurut keterangan salah seorang saksi, Ikwanto (35), selain derasnya air kondisi bendungan Mekuris memang sedang kurang baik. Bibir bendungan juga sedang keadaan licin. Bahkan salah satu bagiannya tampak telah longsor. Menurutnya hal ini cukup berbahaya jika dibiarkan. Sehingga dia berharap juga ada penanganan terhadap kondisi fisik bendungan.
“Buat warga juga agar hati-hati, kalau kondisi arus deras begini ya jangan berenang di sini. Harus hati-hati agar tidak terulang kejadian seperti ini lagi,” lirih Ikwanto. (rul/moha)































.md.jpg)






