Laka Pelajar Sering Terjadi, Orang Tua Harus Lebih Mengawasi
Sabtu, 05 Maret 2016 13:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Akhir-akhir ini sering terjadi kecelakaan yang melibatkan pelajar. Tidak berhenti di wilayah Bojonegoro bagian timur, Kecamatan Baureno, kecelakaan yang melibatkan pelajar kembali terjadi di wilayah Kecamatan Dander, Jumat (04/03) sore.
Seorang remaja pengendara berstatus pelajar di salah satu SMA, Dika Ikwanudin (16) asal Desa Bobol Kecamatan Sekar terlibat kecelakaan dengan Subakir (38) berboncengan dengan Aminarti (39), keduanya pasangan suami istri asal Desa Lebaksari Kecamatan Baureno di jalan raya Dander, tepatnya di Dukuh Dakon turut tanah Desa Ngraseh Kecamatan Dander.
Semula Subakir yang berboncengan dengan istrinya, Aminarti, mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio melaju dari arah utara ke selatan. Di belakangnya melaju Honda Tiger yang dikendarai Dika. Namun, sesampainya di TKP, tiba-tiba kendaraan Dika menyeruduk bokong sepeda motor di depannya. Akibatnya Dika jatuh terpelanting hingga patah tulang tangan. Sedangkan pembonceng pengendara Yamaha Scorpio, Aminarti mengalami luka memar di punggung.
"Pengendara Honda Tiger mengalami patah tulang di tangan dan harus dirawat di RSUD Bojonegoro, selanjutnya kedua motor yang rusak ringan diserahkan ke Unit Laka Lantas Polres Bojonegoro," terang Kapolsek Dander, AKP Sunarmin.
Kecelakaan yang dialami Dika tersebut menambah deretan kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. Kecelakaan tersebut sudah sepatutnya menjadi perhatian serius bagi Unit Laka Lantas Polres Bojonegoro, namun tidak lantas demikian menjadi tanggung jawab sepenuhnya Kepolisian. Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Laka Lantas Polres, Iptu Sarwono, Sabtu (05/03),
"Perhatian serius kepada kecelakaan lalu lintas sudah sepatutnya datang dari berbagai pihak, bukan berbatas pada gencarnya sosialisasi yang digelar oleh petugas penyelenggara keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas, dalam hal ini Polres Bojonegoro, melalui pintu satuan lalu lintas," ujarnya ketika dihubungi beritabojonegoro.com (BBC).
Melalui BBC, Sarwono mengimbau kepada berbagai pihak agar turut serta aktif mengambil peran untuk berkomitmen menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pelajar. "Di sini masih lingkungan sekolah dan orangtua mempunyai peran penting dalam mengawasi keselamatan anak dalam berkendara sesuai standar keamanan," katanya.
Anak-anak usia pelajar sekarang ini, lanjut Sarwono, memang sulit dicegah untuk naik sepeda motor, apalagi keadaan memaksa anak harus mengendarai. Namun, minimal orangtua mampu mengawasi lebih ketat dan bertindak bijaksana untuk keselamatan anak.
"Kalaupun harus pergi, jangan biarkan mengendarai motor sendiri, usahakan orangtua mengantar. Karena anak yang belum cukup umur sudah seharusnya tidak diperbolehkan mengendarai motor," tuturnya. (lyn/kik)
Ilustrasi www.poskotanews.com































.md.jpg)






