Kapal Tenggelam di Selat Bali
Nakhoda Kapal Rafelia 2 Ternyata Warga Bojonegoro
Selasa, 08 Maret 2016 00:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Nakhoda KMP Rafelia 2 yang tenggelam di Selat Bali pada Jumat, 4 Maret lalu, dan jenazahnya baru ditemukan, Minggu (06/03) siang, ternyata warga Kota Bojonegoro. Nakhoda itu bernama Bambang Suryono Adi (57), beralamat di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gang Kandam I No. 17, RT 22 RW 03 Kelurahan Karangpacar, Kecamatan Bojonegoro.
Menurut informasi yang diterima beritabojonegoro.com (BBC), malam ini oleh pihak keluarga, jenazah Bambang Suryono Adi dipulangkan ke Bojonegoro. Jenazah berangkat dari RSUD Blambangan Banyuwangi sekitar pukul 21.20 WIB. Dan, diperkirakan tiba di rumah duka di Gang Kandam I, Selasa (08/03) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Mendapat informasi itu, malam ini, Senin (07/03) sekitar pukul 23.30 WIB, jurnalis BBC mencoba mencari rumah Bambang Suryono Adi di Gang Kandam I No. 17, RT 22 RW 03 Kelurahan Karangpacar. Begitu tiba di alamat yang dimaksud, ternyata suasana rumah sudah ramai. Beberapa tetangga tampak berkumpul di depan dan sekitar rumah tersebut.
Setelah tanya pada beberapa tetangga, dipastikan bahwa memang benar jenazah nakhoda Kapal Rafelia 2 Bambang Suryono Adi bakal dipulangkan ke rumah itu. Rumah tersebut milik orang tuanya, yang menempati tinggal ibu kandungnya, bernama Sri Handayani (75) atau lebih akrab dipanggil Bu Thohir.
Saat tiba di rumah duka, wartawan BBC ditemui oleh seorang perempuan paruh baya tetangga korban bernama Kastining (57), warga RT 21 RW 03, Kelurahan Karangpacar.
Kepada BBC, Kastining (57), menuturkan benar bahwa Bambang Suryono Adi itu asli RT 22 RW 03, Kelurahan Karangpacar, Bojonegoro. Nama lengkapnya Bambang Suryono Adi.
"Bambang itu pekerjaannya nakhoda kapal. Dia memiliki 4 saudara. Istrinya bernama Mulik, dan punya 3 anak. Akhir Februari kemarin, dia sempat pulang ke Bojonegoro," ujarnya.
Lebih lanjut Kastining (57), menjelaskan bahwa dia adalah teman sekolah Bambang SA saat di bangku Sekolah Dasar (SD). Dia mengatakan, jenazah Bambang dibawa pulang dan akan dimakamkan di Bojonegoro. "Besok, rencananya dimakamkan di TPU Karangarum, Kelurahan Karangpacar," tuturnya.
Sebelumnya, sejak KMP Rafelia 2 tenggelam pada Jumat, 4 Maret, Nakhoda Bambang SA dalam pencarian. Sebab, dari seluruh penumpang yang berhasil diselamatkan tidak ditemukan wajah nakhoda kapal. Kemudian beredar dugaan bahwa nakhoda Kapal Rafelia 2 tidak berada di lokasi saat kapal tenggelam.
Akhirnya teka-teki itu terjawab. Setelah pada Minggu (06/03) sekira pukul 12.00 WIB, tim penyelam menemukan sesosok korban di dalam anjungan kapal, tepatnya di belakang kemudi Kapal Rafelia 2.
Setelah diangkat dan dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi, sekira pukul 12.30 WIB, baru terungkap bahwa jenazah tersebut benar nakhoda kapal. Identitas korban diketahui dari KTP dan SIM atas nama Bambang Suryono Adi. KTP dan SIM itu berada dalam dompet yang masih melekat di saku celana jeans berwarna biru yang dipakai korban saat ditemukan.
Menurut data manifest, total penumpang KMP Rafelia 2 adalah 81 orang. Dari total penumpang itu, 76 orang berhasil diselamatkan dan 5 orang dinyatakan hilang. Setelah dilakukan penyelaman pada Sabtu (05/03), tim SAR menemukan 4 jenazah korban.
Dengan ditemukannya jenazah nakhoda kapal Bambang SA, Minggu (06/03), maka data manifest penumpang sudah lengkap. Ada 81 penumpang, 76 selamat dan 5 orang meninggal dunia.
KMP Rafelia 2 diberitakan tenggelam pada Jumat (04/03) lalu. Kapal penyeberangan tersebut berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, sekitar pukul 13.15 Wita menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Ketika jarak tinggal 100 meter dari pelabuhan Ketapang, kapal tiba-tiba miring dan berangsur tenggelam mulai pukul 14.09 Wita. (mol/tap)
*) Foto suasana rumah duka Alm. Bambang SA di Kelurahan Karangpacar































.md.jpg)






