News Ticker
  • Garasi SPPG di Temayang, Bojonegoro Roboh, 2 Mobil Operasional dan 10 Motor Karyawan Tertimpa Reruntuhan
  • Siaga Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty Tegaskan Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas
  • Bojonegoro Raih Dua Penghargaan ATM Award 2026 di Bandung
  • BPOM Intensifkan Pengawasan Pemanis Alami Stevia Tetes, Ingatkan Batas Konsumsi Harian
  • Pemkab Bojonegoro dan Perhutani Siapkan Reboisasi Masif, Targetkan Tanam 1,8 Juta Pohon
  • Disepakati Aklamasi di Paris, Geopark Bojonegoro Direkomendasikan Jadi UNESCO Global Geopark
  • Satpol PP Bojonegoro Sosialisasikan Regulasi Cukai di Trucuk, Ajak Linmas dan Pedagang Gempur Rokok Ilegal
  • Ratusan Peserta Antusias Ikuti Vaksinasi HPV Terjangkau oleh DWP Bojonegoro
  • 4 November dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 04 November 2026
  • Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!
  • Pemkab dan Kwarcab Bojonegoro Gelar FGD Penyelarasan Program Kepramukaan Lintas Sektor
  • Pemkab Bojonegoro Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis, Wabup Nurul Sebut AHH Naik Jadi 75 Tahun
  • Polisi Peduli Pendidikan di SMAN 2 Taruna Pamong Praja, Kapolres Bojonegoro Ajak Pelajar Bijak Bermedsos
  • Jaga Daya Beli Warga, Pemkab Bojonegoro Gelar Pasar Murah Lewat Program PASS ISYA’ di Trucuk
  • Pemkab Bojonegoro Perkuat Pelindungan Anak di Ranah Digital Tindak Lanjuti SE Gubernur Jatim
  • 3 November dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 3 November 2026
  • 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Kalitidu, Bojonegoro, Seorang Pengemudi Luka-Luka
  • Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty Turun Langsung Atur Lalin di Jam Sibuk
  • Atraksi Wisata Budaya Jaranan Meriahkan Galeri Bengawan Trucuk Bojonegoro
  • Raih Leadership Award Amerta Nutrition 2026, Gubernur Khofifah: Pembangunan Gizi Fondasi SDM Bangsa
  • 5 Makanan Rahasia Umur Panjang Penduduk Jepang Menurut Ahli Gizi
  • Mizan Hisyamuddin Ahmad, Pelajar Bojonegoro yang Terpilih Jadi Pemimpin Muda Terbaik di ISLC XV Universitas Indonesia
Perajin Tahu di Sukosewu Manfaatkan Teknologi Uap

Perajin Tahu di Sukosewu Manfaatkan Teknologi Uap

Oleh Vera Astanti

Sukosewu - Beberapa teknologi uap memang sudah ada sejak dahulu. Mesin uap ditemukan saat abad ke-17 di Eropa. Tepatnya 1698 saat kelahiran James Watt. Namun Watt lah yang menyempurnakan oleh kondensasi mesin uapnya dan dipatenkan tahun 1769.

Di Bojonegoro, diketahui bahwa ada pabrik yang masih menggunakan teknologi uap ini yaitu di Desa Klepek RT 06 RW 01 Kecamatan Sukosewu. Pemiliknya adalah Yasin, yang sudah bertahun-tahun menjalani usaha ini. Saat wartawan BBC, sapaan akrab Beritabojonegoro.com, datang ke rumahnya, Yasin sedang tidak ada di rumah karena harus periksa kesehatan (medical check up).

Rumahnya sederhana, dengan desain rumah joglo. Dengan ruang pertama yang luas. Namun kegiatan pembuatan pabrik ada di belakang. Begitu memasuki ruang produksi, rasa gerah akan menyergap tubuh. Belum lagi aroma olahan kedelai yang menyengat. Ada sekitar tujuh wadah untuk menampung dan memasak cairan bakalan tahu.

Para pekerja yang sekitar enam orang ini sibuk dengan kegiatannya masng-masing. Saking panasnya, mereka tidak memakai baju atau bertelanjang dada. Ada yang sedang mengurus perapian, ada yang menyaring kedelai, memindahkan tahu dari kotaknya.

Di tempat terpisah, ada tong air yang direbus dengan uap yang terus mengepul. Di bagian atas tong tersambung paralon yang menyambung ke wadah penampungan. Dengan masing-masing bagian paralon terdapat kran untuk mengatur keluar masuknya uap.

Menurut M. Ayub, selaku mantu dari Yasin menjelaskan keuntungan menggunakan teknologi ini ketimbang direbus manual."Menggunakan uap ini lebih cepat daripada manual. Dan bahan bakarnya juga mudah didapat seperti sekam, bonggol jagung, ataupun kayu bakar," jelas Ayub.

Untuk kedelainya sendiri, Ayub masih memperoleh kedelai lokal yang sudah tidak ada di pasaran. Dengan kisaran harga Rp 6.500 per kilogram. Ayub mendapatkan pasokan kedelai lokal dari desa-desa. Namun menurutnya hasil kedelai lokal dengan kedelai impor lebih bagus kedelai lokal. “Kami tidak mematok harus menggunakan kedelai impor, yang penting kualitasnya bagus. Namun hasil tahu memang lebih bagus kedelai impor, lebih putih warna tahunya,” ujarnya.

Di pabrik ini tidak hanya dirinya yang memproduksi tahu, tetapi ada orang lain yang menggunakannya. Bila dirinya setiap hari hanya memproduksi satu kuintal kedelai, yang lain bisa lebih. Bila dijumlahkan semuanya kedelai yang diolah di sini bisa lebih dari satu ton. Dengan kepemilikan yang berbeda-beda. Para penyewa alat produksi pabrik milik Yasin cukup membayar Rp 3.000 per kotak tahu yang dihasilkan. Tetapi minimal memproduksi sepuluh kotak.

Dengan menggunakan teknologi uap air ini, Ayub menambahkan kalau hasil tahunya tidak berbau sangit dan teksturnya lebih padat dan rasanya tentu lebih enak daripada tahu yang diproses manual. (ver/kik)

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

1793830971.4404 at start, 1793830972.036 at end, 0.59560203552246 sec elapsed