News Ticker
  • kalender Jawa, Besok tanggal 05 Mei 2026 jatuh pada hari Selasa Pahing
  • BSPS Jawa Timur Naik 10 Kali Lipat, Menteri PKP Targetkan 33 Ribu Rumah Tahun Ini
  • Memahami Diri Sendiri Lebih dari Sekadar Apa yang Terlihat
  • BLT DBHCHT Bojonegoro Cair Paling Lambat Pekan Kedua Bulan Mei
  • Prakiraan Cuaca 04 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 04 Mei dalam Sejarah
  • Harga Emas hari ini 4 Mei 2026
  • kalender Jawa, Tanggal 04 Mei 2026 jatuh pada hari Senin Legi
  • Pemerintah Perkuat Perlindungan Buruh Lewat Paket Regulasi Baru
  • Gubernur Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Melimpah, Siap Sokong Daerah Lain
  • Avanza Terperosok ke Sawah di Kapas Bojonegoro, Diduga Sopir Kurang Konsentrasi
  • Semangat Hidup Sehat dan Kelestarian Alam Warnai Spekta Bumi Fun Run 2026 di Pilanggede
  • Prakiraan Cuaca 03 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 03 Mei dalam Sejarah
  • Tersengat Listrik, Seorang Pekerja Peternakan Ayam di Sumberrejo, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Kemnaker Terbitkan Aturan Baru Outsourcing, Hanya 6 Bidang Pekerjaan yang Diizinkan
  • Khofifah Tegaskan Jatim Pertahankan Posisi Barometer Pendidikan Nasional
  • Perubahan Urine Bisa Jadi Tanda Awal Gangguan Ginjal, Ini Kata Dokter
  • Prakiraan Cuaca 02 Mei 2026 Bojonegoro
  • 02 Mei dalam Sejarah
  • Pemprov Jatim Siapkan Perda Pesangon Buruh, Dorong Akses Transportasi dan Perumahan
  • Rintis Klinik Tani, Adnan Buyung Nasution Raih Juara 1 Pemuda Pelopor Bojonegoro 2026
  • Sering Mendadak Lupa Mau Melakukan Apa? Ini Penjelasan Ilmiahnya
  • Bupati Medhayoh di Kecamatan Malo, Serap Aspirasi Warga Meski Kondisi Hujan
Menengok Tradisi Tangkap Ikan 'Memetan' di Desa Sonorejo, Padangan, Bojonegoro

Menengok Tradisi Tangkap Ikan 'Memetan' di Desa Sonorejo, Padangan, Bojonegoro

Bojonegoro - Tradisi unik terus dipertahankan oleh warga masyarakat Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk memupuk kebersamaan dan kerukunan masyarakat desa setempat, yaitu dengan kegiatan "memetan".
 
Memetan, mempunyai arti mencari ikan. Warga setempat juga menyebut kegiatan tersebut dengan istilah gropyok ikan. Memetan di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojongoro ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun dan setiap tahun digelar jelang datangnya musim kemarau atau di saat air waduk di desa setempat sudah mulai surut.
 
 
Dari pantauaan awak media ini, Minggu (13/06/2021), tampak ratusan orang warga Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, dan warga desa sekitar, berlomba-lomba menangkap ikan, menggunakan tangan maupun dengan peralatan seser, di waduk desa setempat. Warga tidak boleh menggunakan jaring atau dengan cara disetrum.
 
Warga secara bersama-sama mencari ikan dengan berebut ikan dengan ketentuan siapa cepat dia yang dapat
 
Adapun ikan yang didapat warga cukup bergam, mulai jenis ikan wader atau tawes, ikan nila atau mujaer, tombro, betok, sepat, udang, dan ikan gabus atau kutuk.
 
 

Tradisi tangkap ikan "memetan" di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Minggu (13/06/2021)

 
Salah satu warga desa setempat, Andik (35) bahwa acara memetan ini sudah menjadi agenda tahunan di desanya dan warga bersama pemerintah desa setempat akan tetap melestarikan tradisi memetan tersebut, karena selain menghibur, kegiatan tersebut juga sebagai wahana untuk menjalin silaturahmi guna memupuk kebersamaan dan keruukunan masyarakat.
 
Menurutnya, peserta yang datang untuk mengikuti memetan tidak hanya dari warga desa setempat, namun ada juga warga dari desa sekitar.
 
"Sangat senang ikut memetan bersama warga yang lain. Sambil bermain juga dapat ikan. Bisa juga buat lauk di rumah," kata Andik.
 
 

Kepala Desa Desa Sonorejo Kecamatan Padangan, Sundoko (tengah), saat beri keterangan. Minggu (13/06/2021)

 
Sementara itu Kepala Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Sundoko mengatakan bahwa kegiatan memetan ini sudah menjadi tradisi bagi warga di desanya saat memasuki musim kemarau dan ketika air waduk sudah menyusut.
 
Menurutnya, sebelum diadakan memetan ini pada malam sebelumnya atau pada Sabtu (12/06/2021) diadakan acara syukuran dan doa bersama terlebih dahulu, dengan harapan akan mendapat berkah dan keselamatan dari Allah SWT.
 
"Karena saat ini masih dalam suasan pandemi COVID-19, kami mengimbau agar warga tetap menjaga protokol kesehatan." kata Sundoko.
 
 
 
Sundoko mengaku bahwa tradisi memetan ini akan tetap dilestarikan karena dengan kegiatan tersebut dapat menjadi sarana warga untuk saling bersilaturahni dan memupuk rasa kebersamaan.
 
"Dengan memetan ini secara tidak langsung rasa kebersamaan dan keruukunan masyarakat Desa Sonorejo tetap terjalin, sehingga dapat meningkatkan persatuan di antara warga," kata Sundoko. (dan/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Memahami Diri Sendiri Lebih dari Sekadar Apa yang Terlihat

Memahami Diri Sendiri Lebih dari Sekadar Apa yang Terlihat

Di tengah kehidupan yang berjalan semakin cepat dan penuh tuntutan, tidak sedikit orang yang diam-diam merasa tertinggal, seolah-olah dirinya belum ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Sutradara Wregas Bhanuteja kembali menggebrak sinema tanah air melalui karya terbarunya, Para Perasuk. Berbeda dengan pakem film bertema mistis pada ...

1777940530.1222 at start, 1777940530.3082 at end, 0.18605208396912 sec elapsed