Ibu dan Anak Ditemukan Nelayan di Laut Tuban
Selasa, 19 April 2016 10:00 WIBOleh Hariyanto
Oleh Hariyanto
Tuban - Nelayan di pantai utara Tuban menemukan seorang ibu dan anak di laut berjarak sekitar 1 kilometer dari pantai. Sambil menggendong anaknya yang masih berumur tujuh bulan, ibu itu berjuang naik ke permukaan air laut untuk mengambil napas sembari mengangkat satu tangan dan berteriak minta tolong kepada para nelayan yang sedang mencari ikan di dekatnya.
Ibu itu bernama Ainur Rohma (33) dan anaknya Wafirul Husna (7 bulan). Dia warga asli Desa Laju Kidul, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Dia kemudian ditolong 12 nelayan Tuban yang sedang mencari ikan sekitar pukul 09.00, Senin (18/04) kemarin.
Ibu itu lalu dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Muhammadiyah untuk mendapatkan pertolongan. Kondisi Ainur masih lemah, sementara bayi yang digendongnya sudah tidak bernyawa.
Seorang nelayan yang turut menolong Ainur bernama Ayok mengatakan, pagi itu ia bersama nelayan lainnya sedang mencari ikan dari pantai Desa Keradenan menuju Jenu. Karena tidak ada ikan, ia berniat pulang. Di tengah perjalanan pulang bersama nelayan lain, ia mendengar dari kejauhan ada suara minta tolong.
Ayok mengira orang itu minta tolong karena dimakan ikan. Ayok dan nelayan lainnya pun mendekatinya. Setelah didekati, ternyata dia menggendong seorang bayi dan berusaha menuju ke darat. Para nelayan terjun ke laut mengangkat dua tubuh yang sudah terlihat pucat pasi itu.
“Waktu kami angkat, ibunya setengah sadar, tapi anaknya sudah tiada. Ketika kami tanyai, katanya dia diikat dan dibuang ke laut, tapi lama-lama dia ngelantur,” terang Ayok usai membawa ibu dan anak itu ke IGD RS Muhammadiyah di Jalan Diponegoro Tuban, kemarin.
Sebagian nelayan lainnya melaporkan kepada Ketua RT 3 RW 3 Kelurahan Karangsari, Isroul Huda. Isroul kemudian melaporkan kepada Polsek Tuban. Tidak lama kemudian, beberapa anggota Polsek dan tim identifikasi Polres Tuban menuju RS Muhammadiyah.
Ainur tidak ingat peristiwa yang membuatnya hingga ke tengah laut itu. Ia mencoba mengingat perjalanannya sebelum tenggelam di laut, pada Sabtu (16/4/2016), ia berangkat dari rumah tinggalnya di Serang Kabupaten Banten menuju Tengerang. Di serang, ia tinggal bersama suaminya, Ahmad Matin.
“Saya sampai di Tangerang hari Minggu (17/4/2016), lalu naik bus kecil berangkat ke Tuban. Di dalam bus, saya bau rokok, lalu pingsan. Saya tidak ingat lagi tiba-tiba sampai di laut,” katanya.
Ainur mengaku tidak memiliki masalah dengan suaminya ketika meninggalkan rumah menuju Tuban. Tujuannya ke Tuban hanya untuk mengobatkan penyakitnya. Namun, Ainur tidak bisa menyebutkan secara spesifik penyakit yang dideritanya.
“Saya sering, tiba-tiba pingsan. Ke sini mau berobat,” katanya.
Sekitar pukul 10.45, keponakan Ainur dari Desa Laju Kidul, Muhammad Ridwan datang ke RS Muhammadiyah. Ridwan membenarkan Ainur adalah kerabatnya. Menurut Ridwan, Ainur sudah sekitar tiga bulan ini berada di Tuban.
Sementara itu, pihak Polres Tuban masih menyelidiki peristiwa itu. Kapolres Tuban, AKBP Arif Guruh Darmawan mengatakan, saat ini kondisi Ainur masih shok dan belum bisa dimintai keterangan. Guruh juga belum mendapatkan keterangan kronologi kejadian Ainur sampai ke tengah laut.
“Mungkin satu atau dua hari ke depan akan kami mintai keterangan,” ujarnya. (har/kik)












































.md.jpg)






