Seorang Pria Gangguan Jiwa Tewas Diseruduk Tronton
Selasa, 19 April 2016 13:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Parengan - Seorang lelaki yang diduga sakit jiwa, Selasa (19/04) pagi, ditemukan tewas setelah tertabrak truk tronton di Jalan Parengan-Bojonegoro, masuk wilayah Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.
Menurut keterangan dari Humas Polres Tuban, korban dilaporkan tertabrak truk sekira pukul 04.30 WIB. Sebelum tertabrak korban yang diduga mengidap gangguan jiwa itu berjalan dari arah timur ke barat di Jalan Raya Parengan-Bojonegoro. Sementara melaju di belakangnya nomor polisi S 8047 UJ yang dikemudikan Suwito (52), warga Desa Banjarsari RT 15 RW 03, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
"Tronton melaju dari arah yang sama dengan korban, kecepatannya sedang. Pada saat bersamaan terlihat oleh pengemudi truk ada pejalan kaki yang berjalan searah di depannya. Tiba-tiba pejalan kaki ke tengah jalan sehingga terbentur moncong truk," jelas Kanit Laka Lantas Polres Tuban IPTU Nungki Sembodo.
Badan korban, yang semula tak dikenal itu, secara tidak sengaja terhantam moncong truk tronton bagian kabin depan sebelah kiri. Kemudian korban terpelanting jatuh ke aspal dan tewas seketika. Korban berusia 50 tahun, kulit sawo matang, menggunakan kaos putih, jaket warna ungu, dan tidak mengenakan celana.
"Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro. Sementara sopir truk kita amankan sementara di Polres Tuban untuk memberikan keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut," lanjut Nungki.
Setelah ditunggu lebih kurang 5 jam, korban tabrak tronton akhirnya diketahui identitasnya. Lelaki nahas itu bernama Samijan (55), asal Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Identitas korban diketahui setelah ada seseorang bernama Jupri (50) yang mengaku dari Kecamatan Dander datang ke kamar jenazah RSUD dan ingin melihat jenazah korban. Setelah dicermati, ternyata benar korban adalah kerabatnya yang bernama Samijan.
Saat ditemui beritabojonegoro.com (BBC) di RSUD Sosodoro, Jupri mengungkapkan, dirinya tahu ada korban tertabrak truk dengan ciri-ciri mirip Samijan, kerabatnya, melalui media sosial. Dia pun coba mengecek di kamar jenazah RSUD, dan hasilnya memang benar kerabatnya. Dia juga mengungkapkan bahwa korban sudah lama menderita gangguan jiwa.
"Dari pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah. Saat ini kami masih menunggu berita acara penyerahan dari Polres Tuban," ujarnya.
Pihak RSUD Sosodoro Djatikusuma Bojonegoro menyampaikan saat ini keluarga korban dari Kecamatan Dander telah datang ke rumah sakit. Pihak keluarga sedang mengurusi proses administrasi dan menunggu pemandian jenazah oleh pihak rumah sakit. "Pihak keluarga korban sudah datang. Selanjutnya jenazah akan diserahkan ke pihak keluarga," ujar Dr Sarjono. (lyn)


































.md.jpg)






