Dikeroyok Orang Tak Dikenal, Pemuda Kanor Lapor Polisi
Selasa, 03 Mei 2016 14:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kanor - Seorang pemuda di Kecamatan Kanor babak belur setelah dikeroyok oleh beberapa orang tak dikenal, Minggu (01/05) malam lalu. Pemuda yang diketahui bernama M Ali Mustofa (23), asal Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, itu mengalami luka babras dan memar di bagian kepala. Karena tidak terima atas perlakuan tersebut, keluarga korban melapor ke Posek Kanor, Senin (02/05) siang.
Kepada polisi, Kusno (58), selaku keluarga korban, melaporkan bahwa salah satu anggota keluarganya, Ali Mustofa, telah menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tak dikenal sepulang menyaksikan pertunjukkan elekton di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, pada Minggu malam.
"Sekira jam 22.00 WIB, saat korban mau pulang telah dipukul tengkuknya dari belakang oleh sekelompok pemuda yang tidak dikenal hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri," tutur Kusno kepada petugas kepolisian.
Kapolsek Kanor AKP Imam Khanafi, ketika dikonfirmasi beritabojonegoro.com (BBC), membenarkan kejadian pengeroyokan tersebut. Dia menjelaskan, pada Minggu malam, korban bersama tiga temannya, Soleh, Agus, dan Muhari, ketiganya warga Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, tengah melihat pertunjukan elekton di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor.
"Sepulang dari melihat pertunjukkan itu, korban dipukuli segerombolan orang tidak dikenal," terang Kapolsek.
Akibat kejadian pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka sobek selebar 3 centimeter pada kepala sebelah kanan, memar pada tengkuk leher belakang sebelah kanan, dan luka babras pada lutut sebelah kanan.
"Saat ini kepolisian sedang mengumpulkan keterangan dari saksi dan melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku pengeroyokan," ujar AKP Imam Khanafi.
Imam Khanafi mengungkapkan, perbuatan pengeroyokan tidak dibenarkan dalam segi apa pun. Apabila ada cekcok karena suatu masalah tetap harus diselesaikan secara baik-baik dan tidak dengan kekerasan. "Ya kita himbau kepada masyarakat agar menghindari tindak kekerasan dalam menyelesaikan masalah," pungkasnya. (lyn/tap)































.md.jpg)






