Kuliner
Pizza Toping Sosis Paling Digemari
Selasa, 04 April 2017 09:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Bojonegoro Kota - Adopsi makanan luar negeri seperti pizza sudah tidak asing lagi di Indonesia, termasuk di Bojonegoro. Ada beberapa cafe menjual makanan yang terbuat dari roti tipis dan tambahan toping ini.
Meski pesanan tidak sebanyak dulu, namun masih banyak anak muda yang menggemari makanan ini. Pemanfaatan teknologi seperti google map dan instagram dimaksimalkan untuk menggaet pembeli datang.
Seperti yang dilakukan Cafe Nirwana yang berada di Jalan Veteran, tepat di samping Terminal Rajekwesi Bojonegoro. Cafe ini selalu memberikan testimoni di instagram dan pengambilan foto-foto yang menggoda selera. Pasar yang dibidik adalah para muda yang aktif di media sosial.
"Dari keseluruhan pembeli yang datang, 70 persen memesan pizza, baik remaja maupun keluarga," kata Tri selaku kasir Cafe Nirwana.

Selain itu pihaknya memberlakukan diskon sebesar 10 persen pada jam-jam tertentu untuk makanan yang dipesan. Tri sendiri menyebutkan harga pizza tergantung pada ukuran dan toping yang digunakan. Harganya berkisar Rp 35.000 sampai Rp 65.000.
"Untuk toping yang sering dipesan, yakni toping dengan sosis," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Ibu Hartono, pemilik Indo Pizza yang berada di Jalan WR Supratman, Kota Bojonegoro. Pembelinya banyak yang memilih harga Rp 50.000 dengan toping sosis dan daging sapi cincang. Menurutnya, masyarakat Bojonegoro suka dengan ukuran roti yang lebih tebal dibanding pizza pada umumnya ditambah toping daging, tetapi harganya terjangkau.
"Kami hanya menjual satu ukuran pizza saja, supaya tidak ada yang terbuang bila tidak laku," katanya.
Ibu Hartono menyebutkan, penjualan pizza menurun karena pembeli setianya adalah pegawai migas sudah tidak tinggal di Bojonegoro lagi. Sebelumnya, saat masih banyak pegawai migas, dirinya sering kebanjiran pesanan pizza yang mana diantar ke hotel tempat mereka menginap.
"Pernah kewalahan saat jelang lebaran Idul Fitri. Tetapi masih bisa ditangani," kata perempuan ini sambil tersenyum.
Ibu Hartono kembali menuturkan, produksi pizzanya dibuat sendiri dibantu anggota keluarga lainnya. Sebab menurutnya lebih enak bila ditangani sendiri dan tentu jauh dari bahan pengawet. (ver/tap)












































.md.jpg)






