Mengenal Ubi Cream Cheese, Camilan Viral yang Mengombinasikan Karbohidrat Kompleks dan Lemak Jenuh
Senin, 18 Mei 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Tren kuliner unik kembali menyita perhatian publik dengan munculnya ubi cream cheese yang viral di media sosial. Di sebuah pusat perbelanjaan di wilayah BSD City, Kabupaten Tangerang, makanan kekinian ini ramai diserbu. Gerai penjualnya ramai dipadati pembeli. Jajanan yang sedang populer di berbagai media sosial ini memikat daya tarik kelompok generasi muda seperti Gen Z dan milenial hingga membuat persediaan di gerai ludes terjual dalam kurun waktu kurang dari tiga puluh menit setelah toko dibuka. Hidangan ini pada dasarnya merupakan ubi Cilembu panggang yang dibelah pada bagian tengahnya, kemudian diberi isian berupa krim keju yang melimpah. Proses pemanggangan menghasilkan karamelisasi alami bertekstur lembut yang menyatu dengan sensasi rasa asin dan gurih dari mentega keju tersebut.
Kombinasi bahan baku yang sederhana membuat sebagian konsumen menganggap kudapan ini sebagai alternatif jajanan yang lebih aman bagi tubuh. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran minat masyarakat yang mulai mencari variasi makanan selingan dengan meminimalkan konsumsi produk makanan ultra proses yang tinggi akan kandungan gula, garam, dan lemak. Rasa penasaran terhadap inovasi menu tradisional ini juga diakui oleh Ardi, seorang warga Tangerang yang sengaja meluangkan waktu untuk ikut mengantre di depan gerai.
Meskipun memiliki cita rasa yang memikat, aspek penting mengenai kandungan nutrisi di dalam seporsi ubi cream cheese ini perlu dipahami secara saksama oleh para konsumen. Praktisi kesehatan, dr Tjandraningrum, SpGK, memaparkan bahwa komponen utama hidangan ini, yaitu ubi, memiliki kualitas yang sangat baik bagi sistem pencernaan manusia karena perannya sebagai sumber energi jangka panjang.
"Sebenarnya, kalau ubinya bagus ya, dia merupakan karbohidrat kompleks, serapnya juga cukup tinggi, jadi lambat diserap di dalam saluran cerna," ujarnya.
Kendati demikian, titik krusial yang menentukan penting atau tidaknya membatasi camilan ini terletak pada takaran krim keju yang digunakan sebagai isian. Pakar nutrisi tersebut mengingatkan bahwa di balik kelezatan tekstur yang lembut, terdapat risiko kesehatan tersembunyi jika porsi komponen tambahan tersebut diberikan secara berlebihan tanpa kontrol yang tepat.
"Memang sih rasanya enak, tapi kadar lemak jenuhnya tinggi. Jadi ini yang menyebabkan pada orang-orang tertentu memicu terjadinya gangguan kesehatan. Jadi cream cheese-nya diusahakan jangan terlalu banyak, tipis saja. Mungkin sekitar 20-30 gram lah," jelasnya.
Kemunculan tren ubi panggang dengan lapisan krim keju ini setidaknya membuktikan adanya kesadaran awal masyarakat untuk kembali melirik bahan pangan lokal yang sederhana. Kunci utama untuk menikmati jajanan populer ini agar tetap memberikan manfaat bagi tubuh adalah dengan selalu memperhatikan keseimbangan komposisi serta membatasi takaran bahan pelengkapnya agar tidak memicu gangguan kesehatan kronis di kemudian hari.





































